Saling Memandang

Diluar jendela kulihat senja, senja selalu menarik perhatian banyak mata. Biasa senja adalah puncak perenungan sekaligus romantisme. Dirinya tidak mengenal perbedaan. Hitam putih menyatu. Itulah senja. Samudera akan sempurna ketika sore bercampur senja tak tertutup awan dilangit. Mendung hitam tak menghampiri. Sempurnalah perenungan sore.Pasti! Sayang Senja dan Samudera hanya terlihat dekat dari bola mata manusia. Padahal jauh. Tipu muslihat mata manusia tak mampu membedakan Apakah Air laut dan langit itu menyatu. Sayang demi sayang Tuhan memang tidak menyiptakan Air Laut menyatu dengan langit. Sama persis dengan apa yang kulihat antara samudera dengan senja. Nampak keduanya satu padahal tidak sama sekali. jarak keduanya jauh. Keduanya hanya bisa saling memandang satu sama lain, Siapa yang lebih dulu menyapa. Apakah air laut menguap atau langit yang menghisap air. Keduanya sama – sama ragu. Tidak ada benar salah disini. Karena senja sudah benar – benar hilang dari langit. Sekarang sore hanya terhalang awan, awan hitam penuh dengan tangis. Begitukah? Entahlah … senja benar – benar tak ada sekarang…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s