Kopi ditengah Botol Bir

” Mas pesan apa? ” – tanya mbak yg jaga kafe

Bir 1 , – Jawab teman 1
” Kalau Mas nya? ” – mbak
Bir juga mbak.. – teman 2
Dan mas satunya pesen apa? – mbak
Kopi Hitam mbak. – saya
Lohhh .. Temannya pesan bir kok mas nya sendiri pesan Kopi. ( sambil tersenyum ) – mbak
Dia nggak seneng nge bir mbak.. maklum, jangan diketawaain .. – teman 1
Lha bukannya gimana sih , kok beda aja dari yang lain. – teman 1

Itulah singkat cerita kemarin saat kumpul ketemu teman lama di X tempat bilyard di kota malang. Memang dalam berteman aku tak pernah pilih – pilih. Punya teman yg khatam mengaji sampai sahabat khatam maen perempuan,judi dan narkoba bebas bagiku. Aku menganggap berteman tak harus pilih – pilih. Yang penting sikap kita jelas. Kalau ada ungkapan yang bilang lingkungan akan berpengaruh besar terhadap hidup, jelas aku setuju. Tapi ini tak aku artikan sebagai memilih – memilih teman, melainkan sikap tegas ketika berteman. Tetep jadi diri sendiri sesuai prinsip yg kita pegang. Bukan mengikuti arus. Maka teman lain insyaallah akan terbiasa dan memahami. yang penting nilai – nilai kemanusiaan harus tetap kita junjung. Jangan takut untuk berteman, jangan takut berdekatan dengan pecandu. Karena mungkin ilmu yg mereka punya akan memberi manfaat lebih bagi kita. Ya,manfaat lebih itulah yang kita cari. Sebisa nya dapatkan manfaat dalam setiap urusan. Berteman hendaknya saling bertukar manfaat satu sama lain. Itulah peganganku. Sehingga akupun sampai sekarang tak takut untuk berteman kepada siapapun. kalau kamu?

Iklan