Baik Belum Tentu Benar

Terlalu berlebih dalam melakukan ibadah itu malah dilarang oleh agama itu sendiri, Setiap hal ada porsinya, sebaik baik hal kalau tak sesuai dengan porsi maka hal tersebut sangat berpeluang menjadi keburukan. Jadi jangan percaya diri dulu kalau kamu mengaku pengikut nabi, jangan percaya diri dulu kalau kamu berteriak – teriak membela agama dan menghakimi golongan lain. Mari lihat kebelakang sebentar apakah hal yg kamu yakini benar di contohkan oleh nabi, jangan – jangan itu hanya nafsu mu belaka. Belajarlah dari Abdullah bin Amr. Seorang muslim yg hidup di jaman rosullullah, Dia sangat bernafsu sekali menjalankan perintah Tuhan. Puasa ingin setiap tahun, Sholat juga demikian. Tapi apakah nabi senang dengan itu? nyatanya tidak . Mungkin Abdullah bin Amr menganggap dirinya mampu melakukan hal – hal baik melebihi yg lain. Tapi nabi malah melarangnya. Tempatkan semua yg km percayai sesuai porsi. Jangan puasa sepanjang tahun. Puasalah seperti nabi daud. Jangan Sholat sepanjang malam. Hargailah tubuhmu untuk beristirahat. Karena dirimu sebenarnya ada yg memiliki, kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Tubuh manusia bukan kamu yg memiliki. Tuhanlah yg memilikinya, kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Lakukanlah hak – hak baginya. Jangan kau pasakan sesuai nafsumu , walau menurutmu baik belum tentu menurut Tuhan baik pula. Jadi kuncinya kita harus bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang luas, berfikirlah kenapa Tuhan selalu memberikan isyarat begitu. Berfikirlah kita agak kita tahu maksud Tuhan.

Iklan