Sisi Lain “Masih Dunia Lain”

MDLInsiden semalam yang memperlihatkan tangan seseorang (sebut saja mister X) muncul menggedor – nggedor pintu di dekat peserta uji nyali membuat masyarakat bertanya – tanya tentang kebenaran acara uji nyali. Di Social Media orang rame – rame memperbincangkan insiden yang dialami uji nyali tersebut. Di kaskus thread  yang berhubungan dengan uji nyali mengundang banyak viewers begitupun di kompasiana. Sampai – sampai account resmi MDL memberikan klarifikasinya di social media twitter.

Tapi menyangkut pertanyaan benar/nggaknya acara uji nyali, aku punya pengalaman pribadi tentang acara ini, mungkin sedikit membantu menjawab pertanyaan masyarakat sekaligus berbagi pengalaman. Dulu waktu tahun 2011, Masih Dunia Lain pernah tayang mengambil tempat uji nyali di kota malang. Lebih dari tiga lokasi kalau nggak salah mereka melakukan uji nyali. Dan waktu uji nyali di Pabrik Jagung Kota Malang, aku menyempatkan datang untuk melihat secara langsung bagaimana proses produksi acara uji nyali ini. Ketika sampai di tempat TKP ternyata masyarakat atau penduduk sekitar banyak yang datang langsung untuk menyaksikan proses uji nyali ini. Seingatku Pihak Trans7 malah menyediakan layar monitor dan masyarakat melihat langsung dari layar ini, Jadi mirip nonton layar tancaplah. hehehe. banyak bener penonton yang pengen menonton langsung dan pihat trans7 membolehkan mereka melihat.

Antara tempat monitoring dan tempat uji nyali tergolong cukup jauh jaraknya. Sedangkan masyarakat yang menonton  duduk – duduk didepan pabrik. Tapi yang perlu kita tahu bersama bahwa kemungkinan “penduduk yang iseng” menakuti peserta uji nyali cukup  besar, karena apa? jumlah crew dan pengamanan tak sebanding dengan jumlah penduduk yang datang untuk melihat.

Waktu acara di malang, peserta yang ikut uji nyali kebanyakan cewek. Dan ketika peserta mengalami kerasukan dan tak sadar diri, sepertinya memang benar adanya. Tak ada rekayasa. Kalau masyarakat pernah menyaksikan acara Dunia Lain (Acara sebelum MDL dulu di trans 7) atau Uka – Uka kurang lebih 10 tahun yang lalu akan lebih menyeramkan lagi. Beberapa tayangan memperlihatkan Wujud Makhul Gaib  yang bisa tertangkap mata kamera. Aku dulu punya beberapa koleksi video dunia lain dan uka – uka lumayan lengkap dan sayang Hardisk saya yg menyimpan file ini hilang di curi orang, jadi nggak bisa share ke kalian. :). Kalau masyarakat bertanya kenapa camera yg sekarang dipakai tak bisa menangkap wujud makhluk gaib yg muncul di hadapan peserta? Mungkin ini ada hubungannya dengan kenapa acara “Dunia lain” berhenti dan Diganti dengan “Masih Dunia Lain” . Mungkin lohh ya . 

Tapi terlepas mengenai insiden MDL tadi malam, memang masyarakat kita tidak semuanya percaya dengan hal gaib. Ada yang matrealistis dan ada juga yang tidak. Orang matrealistis tak akan mudah percaya terhadap apa yang tidak mereka lihat dan buktikan secara akal. Orang – orang golongan ini tak akan percaya sama acara – acara seperti uji nyali dan sejenisnya. Mereka pada dasarnya memang nggak percaya, so dengan terjadinya insiden tadi malam semakin membuat mereka senang dan yakin atas kepercayaannya.

Kalau aku pribadi tetap mendukung acara uji nyali. Terlepas benar/tidaknya acara tersebut, Hal yang paling penting adalah manfaat apa yang bisa didapat dari pemirsa televisi. Manfaat itu diantaranya orang akan paham dan mengerti bahwasannya kita hidup di dunia tak hanya sendiri. Selain manusia ada makhluk yang bernama Jin. Keduanya hidup berdampingan,  Jin juga punya kehidupan sendiri. Jin juga punya kerajaan, pemerintahan , keturunan, lahir dan mati. Kehidupan mereka mirip seperti manusia. Hanya saja kita sebagai manusia diberi anugrah oleh tuhan tidak bisa melihat mereka dengan mata kepala, berbeda dengan jin yang bisa melihat manusia. 🙂

Jadi #tetepberfikirpositif lah, kalau suka ya lihatlah  kalau tidak ganti chanel saja. Simple saja kan, tak usah ribut di social media dan mengolok – ngolok orang lain . Tapi kalau masih ada yang mempermasalahkan acara uji nyali ini mendingan mengambil langkah lebih cerdas daripada ribut di socmed. caranya?  lapor saja ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). hehehe mudahkan.

Salam. twitter @candi_olo

Iklan