Maaf,Tak menerima Diskon ISIS. Pancasila sudah Cukup kok ,,,.. !

Khilafah Islamiyah menjadi isu yg hangat bagi ABBA di kampus – kampus. ABBA ini singkatan dari Anak Baru Belajar Agama. Nggak jauh – jauh, Malang saja sudah banyak korban pergerakan mendukung Khilafah. Yang masih malu – malu kucing sampai ekstream pun ada disini. Memang dunia kampus menjadi lahan subur untuk berkembangnya pergerakan ini. Anak kampus yg masih hangat – hangatnya belajar agama tanpa dulu di awali belajar dari pondok pesantren atau MA/Mts pasti mudah terhipnotis dengan paham khilafah. Percaya deh… kebanyakan dari mereka memang baru – baru ini tertarik belajar agama lebih dalam lagi. Sayangnya mereka belajar dari sumber yg terlalu ekstream. ( Saya nggak mau menjgecap mereka salah, lebih tepatnya ekstream saja) . Kalau saja mereka belajar ke guru – guru NU/Muhammadiyah/Persis mungkin akan beda pemikirannya.

Sumber: mbah Google.com

Sumber: mbah Google.com

Baru beberapa minggu lalu, kabarnya di masjid Muhajirin dekat Matos Malang digelar pengajian yg intinya mendukung gerakan ISIS. Saya nggak habis pikir, masak iya anak kampus mudah tertipudaya dengan kampanye gerakan – gerakan ekstream ini. Harusnya sih anak kampus bisa berfikir analistis. Seperti yg kita tahu, Gerakan ISIS berawal dari Irak dan Suriah. Dimana mereka di negara asalnya di cap sebagai pemberontak. Lagian cara – cara yg mereka pilih untuk mendirikan negara islam juga memakai pemaksaan kehendak orang lain. Tak senggan untuk membunuh atau menyiksa bagi siapa yg tidak sepaham dengannya.

Bagi saya Khilafah Islamiyah itu adalah semacam romantisme sejarah masa silam. Menurutnyaku, Pendirian Khilafah bukan hal yang dianggap keharusan. Selagi kita masih bisa menjalankan hal – hal pokok dalam beragama tanpa diganggu golongan lain bahkan diganggu Negara, saya rasa Pancasila masih menjadi Landasan yg tak harus dipermasalahkan.

Coba kita ingat – ingat lagi. Apa dulu Nabi Muhammad melakukan pemaksaan kehendak dalam memilih ideologi yg dianutnya dalam meneruskan pemerintahannya. Ketika Nabi Muhammad Wafat, para sahabat dan ahlul bait berunding untuk memutuskan siapa yg pantas meneruskan kursi pemegang kendali kuasa. Dengan kata lain mereka melakukan musyawarah secara mufakat. Lalu apa bedanya denga Demokrasi yg kita anut? Tooh juga sama – sama berdasarkan musawarah kan sebelum mengambil voting. 🙂 . Seandainya khilafah dianggap suatu keharusaan, apa susahnya Nabi Muhammad menunjuk/membaiat penerusnya secara langsung sebelum beliau meninggal, tapi nyatanya itu tidak dilakukan nabi. Dengan kata lain nabi memberi kebebasan kepada orang – orang yg ada disekelilingnya untuk menentukan seperti apa pemerintahan yang akan dilanjutkan.

Kalau mau tahu banyak hal bagaimana perjalanan Khilafah masa lampau, pasti kita nggak mau kan kalau Kholifah – Kholifah atau Pemimpin – Pemimpin berganti karena saling bunuh antar pendukungnya. Sistem ini menjadikan golongan satu dengan golongan lain saling menjigal untuk berebut kekuasaan. Itu pengalaman yg bisa diambil. Bahkan peninggalan dari perebutan kepentingan semasa Kekhalifaan masih bisa kita rasakan sampai sekarang. Syiah dan Sunni adalah Dua kelompok yg saling mengklaim dirinya sebagai kelompok yg seharusnya berhak atas Kepemimpinan setelah sepeninggalnya Nabi Muhammad.

Bukannya Negara Indonesia dengan pancasilanya menjadikan Umat berbeda golongan,agama,ras dan suku bisa hidup berdampingan. Soal Idealisme, Indonesia nggak harus mengadopsi sistem yg buruk yg ada diluar sana. Karakter bangsa Indonesia jelas beda dengan karakter Timur tengah yg terkenal keras. Kita bangsa yg memiliki manusia – manusia dengan peradaban jauh lebih luhur dibanding bangsa lain. Percayalah matahari itu terbit dari timur, Jadi tak usah kalian minder dengan Pancasila yg sudah menjadi kesepakatan ulama – ulama pejuang kemerdekan dulu,

Jadi tak perlu lah kalian puja – puja ISIS, cukup buang sampah sembarangan, tak tawuran di kampus – kampus, tak korupsi, tak melanggar lampu merah dan juga belajar dengan baik akan membuat bangsa ini jauh lebih mulia lagi dibandingkan ISIS yg berada jauh nun disana. Sekali lagi mari kita dukung gerakan Say No To ISIS di negeri tercinta NKRI.

Bukan maksut mau bilang Pancasila itu lebih baik  dan lebih benar dari pada Sistem Kekhalifahan. Menurut pemahamanku kebenaran berarti sebuah kesepakatan yg disepakati. Karena Kebenaran Hakiki hanya milik Dzat yang Maha Benar. Dan bagiku pancasila adalah salah satu contoh kesepakatan yg sudah menjadi Kebenaran bangsa Indonesia ini.

Iklan