Cerita Ruang 402 .

Makan di kantin kampus yang sesak, kemudian mbak yang dagang teriak lantang “Mass …. Nasinya nambah dua ya?” . Rasanya pengen di telan syahrini. #abaikan. Begitulah tweet teman saya yg membuat saya tersenyum dan sedikit lupa tugas – tugas kuliah hari ini.

BELAJAR GUITAR [80 X 100 Cm]Jadwal kuliah memang terasa agak panjang. Setelah sholat dhuhur usai, 6 SKS mata kuliah siap berjalan estafet. Ini sudah biasa, terutama bagi siapa saja yg sedang mengambil kuliah 24 sks atau mengulang SKS yg gak lulus tahun sebelumnya. Saya masuk golongan yang kedua.

Ruang 402, Ruang kuliah yg ada di puncak gedung kampus kami. Naiknya masih manual. Tentunya,Ini bisa membakar kalori buat mereka yang lagi menjalani program diet. Berbahagialah mereka. 15 Menit kami terlambat memulai mata kuliah “Otomasi Industri”. Ya selalu begitu. Entah kapan bangsa ini bisa terlepas dari budaya karet.

Sudah hampir 2 SKS Dosen berbicara menggebu – gebu, bak penjajah mau nyerang kita saja. Apa nggak lelah bu? Entahlah … Mungkin beliau sedang datang bulan. Wanita selalu begitu. Bukannya proses belajar mengajar adalah proses dimana 2 kepentingan bisa berdialog, bertukar pikiran dengan baik. Tak ada yang dominan disitu. Harusnya kan gitu ya? Tapi ini tidak,bu dosen nyrocos terus, padahal gelarnya juga masih Insyiur.

Sayapun jadi nglantur. Pikiran kemana – mana. Cucian sudah dua minggu di londri, MU kalah semalam lawan Swansea. Yahhh ….. Luis Van Gal memang suka Humor. Oh iya Bang Haji Muhidin sudah pulang haji belum ya?. Begitulah pikiran kalau kurang fokus.

“ Nasi campur mak roh sebungkus, lauknya ayam” . Ini ada sms masuk ke handphone saya.

Teman saya di Kos sendirian, motornya ku pinjam dari pagi. Dan baru sekarang dia nitip makanan.

Anak mahasiswa selalu begini, Sarapan sama makan siang di rampel jadi satu. Derita yang selalu diwariskan. Apa begini yang disebut merdeka itu?. Di kampung kami bisa makan teratur, tapi tidak kala di perantauan. Tapi anehnya banyak dari teman kita yg selalu nulis status “ sedang menjalani program diet”. Hah diet, ? .

Wahai anak – anak mami yang manja. Tolong dong sesekali kalian tanya kepada teman seperjuangan kalian di kampus. Berapa hari mereka makan? Seberapa bergizinya makanan itu? Pernah nggak ? Memang …. Anak mami. Selalu apatis dan tak ingin tahu dunia social sekitar. Teganya, pamer bilang kalau dirinya kebanyakan Gizi dan takut gendut. Dietlah mereka. Sudah …. Sudah , saya mencoba berdamai dengan pikiran saya. Ke inget teriakan mbak penjaga kantin yg nanyain nasinya 2 tadi. Hahaha.

Mungkin pikiran ini terlalu sensi buat kalangan penggemar Status sedang diet. Tapi saya juga kasihan sama Lutfi yg mesan nasi campur tadi. Bayangkan saja, Dia baru makan sekali karena menghemat jatah uang kiriman bulanan orang tuanya. Dan di dunia lain banyak yg nggak kober makan karena takut dibilang gendut. Sudah … sudah ……. Bu Dyah nerangin Otomasi Industri tadi sudah sampai mana?

Nggak loh, kok bisa MU kalah semalam . Bukannya Luis Van Gaal kasih kejutan saat kejuaran pra musim?. Liverpool bisa kita gilas 1-3. Apa mungkin Luis Van Gaal sedang memperingati agustusan. Kalah berarti berada di bawah klasemen. #Salam 20 jari, 20 tangga yang harus dinaiki. Naik berarti ke puncak. Lalu apa bedanya dengan panjat pinang ? Iya. Luis Van Gaal paham betul makna itu, Makna kesuksesan berarti di akhir bukan di awal. Awal adalah kesengsaraan. Akhir adalah kebahagiaan. Dan untuk meraih kebahagiaan 20 tangga posisi klasemen harus dinaiki sedikit demi sedikit. Masih ada waktu kok, Kita hanya perlu bersabar tiap minggu. Liverpool 25 tahun saja sabar. Konsistensi dan kesabaran belajarlah ke mereka.

“Tugas dikumpulin minggu depan” ujar Bu Dyah mengakhiri kuliah “Otomasi Industri”.

Ternyata sudah hampir 5 jam saya ngelantur di dalam ruangan 402 ini. Tapi alhamdulilah kuliahpun terasa lebih cepat. J .

Iklan