Jauh Lebih Baik Gabung Liverpudlian

Ini IMHO lho yah…. (anak FN tahu bener istilah itu) nggak banget untuk ledekin atau jatuhin pilihan politik yang berbeda pandangan dengan gue. Pagi yang masih segar gini aku coba menyalakan televisi. Dengan tujuan dapat berita up to date pagi ini. Pilihan kali ini beda. TV one, kumantabkan hati ini untuk menyaksikannya.

“ Mbak Sinta rambutnya sudah agak panjangan sekarang, terlihat anggun.” Tanpa mengurangi rasa hormat. Mbak memang benar lebih cantik pagi ini, beda ketika rambutnya masih pendek dulu.

Bentar dulu mbak SInta ya, di dapur saya kayaknya ada suara minyak mendidih. Oh iya tadi aku mau buat Tahu goreng. Menyusul Cabe dan Kopi sudah siap menemani. Dengan kopi, Tahu goreng bersama Cabe sudah cukup buat pagi terasa lebih santai. Sederhana mudah kok. Memang begini kalau satu keluarga laki – laki semua. Hal urusan dapur terpaksa memahami. Ibu sudah lama absen. Kurang lebih 4 tahunan. Beliau lebih tepatnya sudah Resign dari dapur. Kabar terbaru sih katanya lagi kongkow – kongkow di Café sebelah sama Malaikat Ridwan. J

Ini Ikhwal pak Prabowo sebenarnya, Bukan masalah dapur saya. Konon kabarnya waktu ada unjuk rasa di patung kuda saat putusan MK kemarin, beliau sempet – sempetin nengok pendukungnya di Rumah Sakit. Beliau kasihan sama pendukungnya yang katanya TV one di hajar babak belur sama pak polisi. Kronologisnya saya kurang paham. Karena “paham” tanpa melihat , mendengar dan menyaksikan pasti akan termentahkan pula di depan Hakim.

Pak prabowo yang saya hormati. Hendaknya kalau bapak perhatian dan kasihan sama pendukung bapak sedari dulu. Pilihan Legowo dari awal dan tidak menurunkan massa di jalanan mungkin putusan yg lebih baik buat bapak. Toh nyatanya putusan MK juga tidak berpihak pada bapak. Harusnya memang dari awal ya pak? …. Tapi kenapa bapak terkesan abai.

Saya kok malah lebih mengapresiasi bapak kalau seandainya Bapak mau mengucapkan kemenangan kepada Presiden Terpilih kita Bapak Joko Widodo, daripada buat berita yg meliput bapak merasa kasihan sama pendukung bapak yg di hajar polisi tadi. Walaupun sebenernya Nengokin Ormas pendukung bapak kala mereka babak belur nggak ada salahnya juga.

Bapak harusnya bangga seperti yang dirasakan kita semua, bagaimana tidak, sekarang DKI sudah punya Gubernur keren. Bapak Ahok kami cintai pak, dan kami tahu beliau kader Bapak. Maka dari itu kebahagiaan itu harusnya bisa dirasakan bareng kan pak. Kami melihat segenggam harapan itu ada kala Bapak Ahok, Bapak Joko Widodo, Ridwan Kamil, Bima Arya, Ganjar Pranowo serta Ibu Risma muncul memimpin bangsa ini. Saya yakin bapak juga bangga kan ………

Yuk pak mari, kita move on bareng – bareng. Lima tahun bukan waktu lama untuk memujudkan lagi impian bapak yg sempat terhenti. Masalah menunggu dan sabar kita bisa berguru bareng ke teman saya liverpudlian. 25 Tahun justru mereka bergembira. Dua puluh lima tahun pak……. J

Iklan