Idealis Hedonis dan Liberalis

Dinamika gerakan kepemudaan boleh bergeser dari zaman ke zaman. Dari idealisme era 60 an, kini tiba saat nya idealisme pemuda era abad abaru, era dimana semua hal sangat terbuka dengan bebas. Era gerakan keterbukaan untuk memilih berjuang sesuai dengan proporsi dan kompetensi seseorang tanpa menghambat nalar liberalisme, matrealisme,individualisme dan kapitalime.

Peradaban-Dinasti-Rama-580x427Banyaknya pergerakan saat ini membuat orang menjadi banyak pilihan, inilah yang membedakan pergerakan dahulu dengan sekarang. Sehingga pergerakaan saat ini tidak Nampak heroic dibanding zaman – zaman tahun 60 an dulu. Pemuda sekarang dihadapkan pada realitas kompleks yang berbeda dengan pendahulunya dalam menempatkan diri sebagai agen perubahan. Dan inilah yang disebut dengan pergeseran gerakan pemuda masa kini. Dari idealism era-60an, kini tiba saatnya idealisme era abad baru. Era gerakan keterbukaan untuk memilih berjuang sesuai dengan proporsi dan kompetensi seseorang. Di sisi lain pemuda mengalami pergeseran sebagai agen perubahan karena mereka berjuang untuk mendapatkan pamrih. Akibatnya, saat target obsesi pragmatisme tak tercapai, yang muncul adalah menyumpah serapahi para pemimpin. Hal ini terefleksi dari pudarnya nilai – nilai dan karakter kebangsaan serta lunturnya idealism,moralitas,bahkan spiritualitas. Padahal nilai – nilai itulah yang terbukti telah melahirkansumpah bertuah pada tanggal 28 oktober 1928. Spirit perjuangan yang menyemangati sumpah pemuda adalah kesadaran yang tinggi tanpa pamrih,bertemunya kecendekian dengan peran nyata dari kaum pemuda yang menentukan kepeloporan arah perjuangan bangsa saat itu.

Langkah – langkah strategis yang bisa dilakukan para pemuda untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pertama merekatkan kembali kohesi nasional.Caranya adalah memperkukuh persatuan dan kesatuan yang tidak bisa dilakukan secara parsial dan harus melibatkan semua komponen bangsa. Kedua melakukan reorientasi dan revitalisasi wawasan kebangsaan,persatuan dan kesatuan bangsa serta integrasi nasional. Saat ini cita – cita kebangsaan sejak proklamasi 17 agustus 1945 belum terwujud. Bahkan kalau kita runut sejenak Sumpah Pemuda 1928, terlalu lama menunggu sebuah perubahan atau pembaharuan yang benar – benar menjanjikan masa depan bangsa, yaitu bangsa yang terus mengalami perbaikan fundamental untuk memujudkan cita – cita bersama ( common sense ) yang menjadi tonggak lahirnya bangsa atau Negara Indonesia. Gerakan Pemuda Indonesia, termasuk gerakan mahasiswa, mesti ditafsirkan ulang secara lebih actual dan konstektual sesuai perkembangan sosiokultural kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara dewasa ini. Sementara visi dan misi gerakan pemuda Indonesia harus diarahkanpada fragmentasi proses perubahan social politik dan ekonomi yang lebih berpihak kepada kepentingan hidup masyarakat luas atau rakyat negeri ini. Termasuk yang terpenting didalamnya adalah pemberantasan perilaku korupsi yang sangat membahayakan masa depan kehidupan bangsa dan Negara Indonesia.

Sebagai manusia muda yang siap menerima perubahan zaman, modernisasi gaya hidup. Sehingga cara berorganisasipun sudah tidak lagi menganut paham idealism gaya baheula yang cenderung konfrontatif dan agresif. Kalau pemuda dahulu masih romantisme ideologis, pemuda sekarang lebih realistis bahkan banyak juga yang pragmatis. Nah realitas inilah yang mungkin belum disadari oleh sebagian pemuda Indonesia sehingga banyak mengeluh dan seolah kehilangan jati diri idealisme. Padahal justru menjadi masalah bila pemuda terus menganut idealisme gaya kuno. Sebab akan semakin terjebak pada ekslusifitas dan pembatasan ruang gerak dalam merespons masalah kekinian.

Oleh sebab itu mulailah membangkitkan pemikiran – pemikiran yang besar terhadap para pemuda kita. Hal ini bisa menciptakan pembaharuan dan perubahan terhadap segala bidang dan tentunya sesuai dengan tuntutan reformasi. Dan akhirnya, gerakan pemuda Indonesia dalam konteks perkembangan sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini perlu melakukan kajian intensif menyangkut bidang social, politik, hukum, ekonomi, budaya dan lain sebagainya sebagai referensi yang kuat dan berkualitas dalam proses pengambilan kebijakan public dan politik di sentra pemerintahan.

Iklan