Nasibmu Nak …

Siapa yang tidak menginkan tinggal di surga firdaus. Hampir semua orang pastilah ingin. Surga yang katanya penuh dengan kenikmatan tanpa sejengkal kesengsaraan. Begitulah Ustadz menjelaskan tentangnya. Firdaus, Itu nama teman saya. Firdaus orang yg tak punya tebeng aling – aling, Kalau “A” ya “A”.Urusan Kejujuran, dia menjunjungnya dengan benar. Hidupnya tak mengenal menutup – nutupi sesuatu apalagi basa – basi. Pikiran & Ucapannya selalu selaras. Bagi saya dia adalah teman sekaligus Lawan. Teman ketika di sekolah. Lawan disaat maen “Winning Eleven” . Ia Lawan WE terbaik saya yang pernah ada. Selalu menjiwai kalau maen game. Asyik benar orangnya …

Menuju_secercah_harapan__Heno_Airlangga_56cm_x_86c_200514050536_ll.jpgDalam hal “Teknologi” saya banyak berguru dengannya. Istilahnya selalu Up To Date. Tidak asal tahu namun juga paham dan mengerti. Saya belajar komputer dari dia dan tak cuma sedikit. Dalam hal urasan “Blue Screen” misalnya. dia mengajariku bagaimana harus melepas memory PC. Dan lain sebainya.

Malang adalah ujung cerita. Dalam hal “Hoki” jangan ditanya. Kursus UMPTN bareng. Malamnya maen game bareng. Padahal Pagi Ujian Masuk. Barengan pula kita. Bedanya dia masuk PTN saya kagak. Namanya hoki dan rejeki itu sudah ada yg menentukan memang. Selalu begitu hikmahnya.

Keinginannya sederhana. Sebagai anak pemilik Dealer Motor, Yang notabennya kaya. dia mau montornya diganti lebih gagah. Maklum ketika SMA dia hanya memakai Motor bebek biasa yg tak ada kesannya gagah apalagi mewah. Di Malang kami tinggal berbeda, Saya ngekos dan dia memilih di Pondok Pesantren.

Walau tinggal di tempat berbeda, kita selalu bareng dalam urusan mudik. Sekali “nilap” dan sekali itu pula yg membuatnya tak kembali. Dia kecelakaan dalam perjalanan mudik. Padahal Janjian pulang harusnya akhir pekan. Nonton Dewa 19 dulu rencana.

Akhir cerita memang tak bisa di duga. Utang 150 Ribu belum aku lunasin sampai sekarang. Pun Baju Putih yg kupinjam buat Ujian. Damailah disana…

Iklan