Nikmatnya Keterbatasan

Begitu mudahnya teknologi sekarang. membuat kenikmatan menjadi sulit dirasakan. Kenikmatan seperti apa yang dimaksud? Ambil contoh begini. Ketika kita mendengarkan musik melalui mp3 yang ada di smartphone, apakah kita merasakan kenikmatan saat mendengarnya. Bandingkan dengan zaman 90’an dahulu. Ketika mendengar musik melalui radio, mencari kaset dengan menabung terlebih dahulu. serta menunggu tayangan musik setiap akhir pekan di televisi. Artinya nilai kenikmatan hilang sekarang karena kita terlalu mudah mendapatkan sesuatu hal. Semakin era dan teknologi terbuka, semakin pula nilai – nilai menjadi biasa – biasa saja. Itulah yang setidaknya saya rasakan sekarang.

olegshuplyak1Lalu bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan itu kembali? jawabnya mudah. Ingatlah pesan nabi Muhammad SAW. bagaimana ia mengajarkan nilai ketercukupan. Pesannya “ Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Pesan nabi ini sangat berkorelasi dengan keadaan zaman sekarang. Jangan sampai karena mudahnya manusia mendapatkan sesuatu hal membuat kita tak mengenal batas. Percayalah ketika kita selalu memegang nilai “batas” atas segala sesuatu maka disaat itupula kita akan mengerti dan merasakan akan sebuah “kenikmatan”. Ketika zaman 90 an musik – musik dibatasi oleh Orde Baru. Maka disaat itupula kita mengenal karya – karya yang luar biasa. Lihatlah Iwan Fals, Dewa 19, Slank dan lain sebagainya. Marilah kita merenung sejenak, Kapan terakhir kita merasakan nilai – nilai kenikmatan itu? apa memang kita tak lagi bisa merasakan karena nilai – nilai itu sudah menjadi hal yang biasa – biasa saja.

Iklan