Jika Aku Jurnalis …

Menjadi Jurnalis itu mengasikan. Kita akan bertemu hal – hal baru dan orang – orang baru setiap harinya. Kita juga bisa ketemu siapapun yang ingin kita temui. Mau itu artis, pengusaha, gubernur, bupati atau presiden sekalipun. Asalkan mereka ada hubungannya dengan kepentingan publik, kita berhak untuk mendapatkan informasi dari mereka. Karena memang peran jurnalis ada di tengah – tengah segala pemilik kepentingan.

kebebasan-pers1Tapi tak hanya mengasikan saja, Bahwa jurnalis dalam menjalankan tugasnya haruslah dituntut selalu berfikir cerdas, punya rasa ingin tahu lebih, smart, tanggap dan peka dalam kondisi apapun. Jangan sampai masyarakat terutama responden merasa terganggu apalagi alergi terhadap tingkah polah jurnalis. Yah setidaknya itulah yang saya rasakan belakangan ini.  Banyak jurnalis yang kadang tidak bersikap simpatik dan kadang terlihat bodoh.

. Saat mengangkat berita musibah misalnya. Kita sebagai jurnalis hendaknya meminta izin dulu, apakah pihak keluarga mengizinkan kita mengambil gambar atau mewawancarainya. Tak lupa juga mengucapkan rasa berbela sungkawa kepada mereka. Baru kemudian jurnalis menjalankan mengambil perannya yang sebenarnya. Jurnalis yang cerdas tak akan pernah bertanya kepada responden “Bagaimana perasaan saudara sekarang ini?” Apa sebelumnya sudah mendapat firasat mengenai musibah yg akan terjadi?, Padahal kita tahu dan sadar bahwa responden tersebut menangis tersedu-sedu  meratapi musibah yang menimpanya.

Dan lagi, dalam kasus kecelakaan pesawat AirAsia yang terjadi baru – baru ini, Jurnalis hendaknya bertanya yang cerdas, misalnya begini “Apakah keluarga akan mengajukan tuntutan hukum kepada pihak maskapai karena telah dianggap lalai ?. Bukannya malah bertanya“Apakah korban dikenal baik oleh tetangga?. Padahal kita tahu bersama bahwa kecelakaan pesawat tidak punya korelasinya dengan kehidupan korban penumpang pesawat dengan para tetangganya. Ironis memang, ketika kita tahu yang bertanya seperti itu adalah jurnalis televisi nasional. Tapi saya yakin wartawan Radar Tulungagung tak pernah melakukan itu. hehehe.

Selain cerdas, wartawan haruslah punya rasa ingin tahu berlebih. Saya sendiri selaku orang yang mempunyai hobi dalam dunia seni, musik dan photography khususnya. Juga tak lupa mengikuti ikhwal perkembangan dunia politik setiap hari. Yah karena bagi saya informasi tentang perkembangan politik itu penting. Agar kita tidak dianggap apatis terhadap berjalannya sebuah pemerintahan. Jadi, sangatlah beruntung apabila saya bisa terjun di dunia jurnalistik. Karena selain bisa menjalani pekerjaan, kita bisa sambil belajar dan mendapat hal – hal baru setiap hari.

Selain cerdas dan punya rasa ingin tahu, jurnalis juga harus bersikap peka terhadap lingkungan sekitar. Dalam beberapa kesempatan saya pernah menjumpai teman jurnalis yg bertindak kurang peka terhadap sekitarnya. Pernah dalam perhelatan konser musik, saya melihat beberapa jurnalis foto menghalangi penglihatan penonton dengan mondar – mandir di depan panggung. Sampai – sampai penonton meneriaki jurnalis karena merasa terganggu. Dan tak urung berapa lama, pihak penyelenggara mengusir jurnalis tersebut. Nah, melihat kejadian itu, saya selaku orang yang pernah menekuni dunia bawah panggung merasa malu. Harusnya jurnalis sadar bahwa keberadaan dalam moment tersebut hanyalah cukup sampai meliput acara, tanpa menggagu mereka yang menyelenggarakan acara dan juga yang menikmati acara.

Iklan