Ketika Tuhan Berkehendak Lain

Pagi itu semua sudah kupersiapkan dengan matang, semua beres seakan planing akan berjalan lancar. Setengah lima pagi bangun lanjut dengan sholat shubuh. Mandi kemudian membaca koran sejenak, ya setidaknya nanti kalau ada wawancara tentang berita yang lagi hits, saya nggak terlihat glaglapan.

PHOTO_20130520_202911Walau sudah ada persiapan begitu matang, nyatanya tak semua hal bisa berjalan dengan harapan kita. Dan benar saja, ketika perjalanan menuju wawancara kerja. Montor yang saya tumpangi ngadat ditengah jalan. Montor tak bisa dihidupkan, padahal bensin masih ada. Kalau mau dibawa ke bengkel, bengkel juga belum buka jam segitu, ya sudah saya putuskan dorong pulang saja. Kemudian ganti dengan meminjam montor teman.

Sayangnya tak sampai setengah jam kemudian, Montor punya temanku juga ikutan bermasalah. Ban belakang bocor di tengah perjalanan. “Ya Tuhan … apa ini yang namanya halangan dan cobaan” Ucapku didalam hati.

Dua kejadian yang datang secara berurutan tersebut membuat saya beranggapan bahwa memang Tuhan tak berkehendak dan tak mengizinkan saya untuk mengikuti wawancara. Dan saya bilang ke teman saya ” ya sudah .. kita balik pulang saja. ” .

Namun. tak selang beberapa waktu, teman saya balik dari arah berlawanan denganku, dan sudah mengendari montornya dengan wajah yang penuh semangat. ” Yo .. sido ra, wes kadong berangkat mosok balik maneh , ban wes tak  ganti anyar. waktu menuju ke tempat wawancara juga masih nuntut kan . “ ujar teman saya saat itu.

Yo wesss … Akhirnya saya urungkan niat balik pulang. Dan akhirnya, saya pun mengikuti wawancara kerja untuk menjadi wartawan di sebuah koran daerah.

***

Beberapa hari kemudian saya dapat sms, bahwa saya diterima kerja di koran tersebut. Dan besoknya disuruh datang untuk mengikuti briefing jurnalistik. Hmmm .. Ini sms kenapa datangnya mendadak sekali. Padahal waktu itu saya sedang berada di surabaya mengikuti job fair. Kalau saya ingin datang ke acara briefing, butuh waktu 4 sampai 5 jam perjalanan dari surabaya. Dilema. itu pasti, namun pada akhirnya briefing tersebut saya hadiri. Ya walau sedikit banyak rasa capek karena lelah perjalanan panjang.

Dan sekarang saya benar – benar sudah menjadi wartawan magang. Dan apakah saya bisa menjalani profesi ini dengan baik. Huwallohhuallam … Karena pekerjaan tersebut akan kujalani mulai senin besok. 🙂

***

Iklan