Humanisme Dalam Secangkir Kopi

8114d“Mak … , Kopinya satu. Gulanya sedikit. “

Diponrantos mas, sekedap”, Jawab Mak Ten dengan bahasa jawa halus.

Minum kopi itu selalu nikmat, sebari mengobrol dan berbincang hal – hal yang nggak penting. Asal gak mengandung Ghibah, ya boleh – boleh saja to. Nah sambil menunggu kopi pesananku datang, izinkan saya berbagi sedikit tentang tulisan yg barusan saya baca dalam kolom suara muhammadiyah barusan.

Tahukan sampean apa itu humanisme?, kalau saya sendiri mengenal humanisme ada dua sisi. Sisi pertama dari sudut pandang Sekulerisme dan kedua dari sudut pandang Islam (agama saya). Pemikiran humanisme melahirkan doktrin trinitas, yaitu Kebebasan (liberty), persaudaraan (fathernity), dan persamaan (equality). Humanisme pada awalnya lahir di italia abad ke 14. Humanisme lahir dengan tujuan untuk mendobrak kebekuan dalam hegemoni gereja yang memasung kebebasan, kreativitas, dan nalar manusia yang diinspirasi dari kejayaan kebudayaan ROmawi dan Yunani. Humanisme mengembangkan antroposentrisme, yang artinya bahwa paham yang mendewakan manusia melawan teotrisme (paham serba tuhan).

Auguste Comte memperkenalkan kepada kita tentang filsafat positivisme sebagai era baru pasca alam pikiran mitos dan metafisika, yang memperkenalkan “religion humanitarian” atau agama kemanusiaan. Sedangkan, Nietshzhe dan Ludwig van Feurbach memelopori filsafat anti tuhan. Sementara itu para pemikir lain mengembangkan sikap agnotisme atau anti agama. Paham humanisme inilah yang disebut dengan Humanisme sekuler, dimana manusia dijauhkan dari nilai – nilai agama.

Dalam islam, Humanisme adalah Humanisme yang tetap tak menjauh dari Sumber islam itu sendiri, yaitu Al Quran dan Sunah Nabi. ISlam selalu mengakui kebebasan, persaudaran dan persamaan sebagai fitrah manusia yang diberikan oleh Tuhan. Serta yang paling penting adalah Islam tidak mengenal kebebasan yang absolut. Kebebasan tetap ada batasannya.

Nah, berhubung kopi saya sudah diantarkan Mak Ten, bicara Humanisme nya diakhiri saja. Kita lebih baik bicara tentang Manchester United yang gagal menang lawan tim divisi tiga. gimana, setuju nggak sampean? ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s