Bulan: Maret 2015

Change …..

Article-2-Obama-changeEntah kapan persisnya awal mula saya tertarik dengan apa yang dimaksud perubahan. Yang jelas saat ini kata perubahan terus menggebu – nggebu di benak saya. Lalu, apakah cukup dengan memikirkan kemudian perubahan itu benar – benar terjadi. Tentu semua orang akan berkata tidak dan mustahal.

“You’re not requested to change,but you must be adative” – Charles Darwin.

Manusia hendaknya akan terus beradaptasi dengan lingkungam sekitar. Ya itulah setidaknya satu cara kita hidup di dunia ini sekarang. Walau formula adaptasi tersebut tak sepenuhnya berlaku bagi segelintir orang seperti Steve Jobs misalnya. Sayangnya saya bukan Steve Jobs dan tak memiliki DNA yg sama dengan beliau. Oleh sebab itu, Tak ada kata lain selain mengikuti formula adapatasi, agar bisa terus hidup di dunia yg semakin gila ini.

Lanjut,Perubahan apa yg sebenarnya saya inginkan?. Sayangnya saya belum mampu menjawabnya sekarang. Dan ini jelas masalah. Bagaimana kita mau berubah,sedangkan kita tak tahu harus berubah seperti apa. Oleh sebab itu mari kita urai satu per satu agar tahu perubahan apa yang kita inginkan.

Kembalilah ke visi yang kamu tentukan di awal perjalananmu. Inget nggak visi apa yg kamu tentukan dan inginkan dahulu. Itulah yg harus kamu pegang dan jangam sampai lupa ingatan apalagi terlepas. Mari kita raih visi tersebut dengan merubah hal – hal yg salah dan melenceng selama ini.Itulah kenapa saya harus berubah.

Jadi sekarang saya sudah tahu kenapa harus berubah. Lanjut, Dalam perubahan dibutuhkan waktu,biaya dan kekuatan yg tak sedikit.Ketiga hal tersebut sudah memakan banyak energi yang lalu. Tetapi, Yang lalu dan terlewatkan biarlah berlalu, tatap pandangan ke depan dan lihatlah ekspektasi dan harapan yg muncul di depan. Dalam proses perubahan saya dituntut untuk melihat kemudian bergerak dan menyelesaikan.  Cukup dengan 3 formula tersebut insyaallah perubahan itu kelak bisa dirasakan. Dan saya sekarang akan berpijak di fase kedua. Bismillah semoga perubahan tersebut benar – benar terwujud. Lanjut…

Iklan

Kejenggreng Is ….

Kejenggreng iku boso jowo rek, nanging nggak kabeh wong jowo ngerti artine kejenggreng. Salah siji contohe arek malangan. Ndek kono nggak onok seng ngeh opo iku kejenggreng. Sebenere kejenggreng iku mirip – mirip koyok ngiyup, bedane lek kejenggreng nggambarke kahanane awake wayah ngiyup krono udan deres.

Lhah boso jowo iku memang unik cah, mangkane awake seng asli wong jowo kudu nglestarekno boso – boso unik iku mau. Kudune perlu bangga lhoh yo. Soale bahasa kui nggambarake asal muasal lan peradabane awak e mbiyen. Lan perlu diinget boso jowo kui mlebu boso seng paling akeh digawe uwong ndek ndonyo iki. Temenan …. !

Yo wes ngono ae, dadi mulai saiki sampean nggak usah bingung lek onok uwong ngomong “kejenggreng” .

Catatan : Bagi yang ngerti bahasa jawa silahkan tulisan diatas di translete ke mbah google. Suwon ….

Kopinya Mana … ?

“Tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matahari. Dengan cepat ia naik dari kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih bersih sekaligus terang. Diatas bumi lain keadaannya lagi gelisah, resah, seakan – akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.” Pram…

Coffe Desktop BackgroundSedangkan dibagian bumi lain, anak – anak manusia lagi genggap gembita melihat aksi Raisa Adriana. Suaranya yang merdu menghipnotis manusia yang mendengarkannya. Lebih tepatnya wajahnya yang melankolis khas Indonesia banget yang membuat penonton laki – laki nyenyak duduk memelototi. Dan saya satu dari mereka, Iya … saya, saya ada dibagian bumi yang ini.

***

Assalamualikum, Gimana kabar sampean, ?

Lama tak jumpa, semoga sampean dan saya masih diberi kesehatan dan kesuksesan oleh sahabat sekaligus pencipta kita. Tuhan yang Maha Segalanya. Amin …

Tadi diawal, nama Raisa Adriana sempat dibawa-bawa. Sebenarnya begini asal muasalnya.

***

“Tok.. tok … tok .. Assalamualaikum”

“Lhoh mas Azis, kemana saja mas. Lama nggak kelihatan…..

“Piye kabare? Kapan Nikah? Bang Uday sudah nikah lhoh“ (Bang Uday adalah salah satu teman saya, ya dulu kita sama satu kontrakan. umurnya dua tahun diatas saya. Jadi ya wajarlah, kalau dia dapat jodoh duluan. begitulah batinku beralasan)

“Lhoh uday nikah? Serius …. Kok nggak kasih kebar ke saya”. Ucap saya menimpali.

“Desember kemarin sih nikahnya. Katanya sih mendadak . Dua bulan kenalan langsung deh diajak kawin. Bahkan saya pun tahunya juga seminggu sebelum acara pesta diselenggarakan di Bogor. Terang Hilmy bercerita tentang Si Uday kakak nya.

***

Dari sedikit obrolan diatas, saya berkesimpulan bahwa jodoh itu nggak akan kemane. Nggak perlu berlama – lama pacaran. Si uday teman saya dua bulan kenalan sudah berani mengajak nikah perempuannya. Ya itulah sebenarnya islam mengajarkan kepada umatnya, ikhwal pernikahan.

Nikah itu kan ibadah. Intinya ya menghalalkan sampean ngencuk (eh maaf.. bahasanya agak berbau jawa timuran). Karena ngencuk juga kenikmatan yang diciptakan tuhan kepada hambanya. Dari ngencuk, lahirlah seorang anak. Dari anak lalu terciptalah sebuah keluarga. Dan kemudian kita berharap keluarga ini akan menjadi sakinah warohmah dan seterusnya. Rumusan pernikahan sebenarnya sesimple itu. Saya tekankan sekali lagi bahwa nikah adalah prosesi menghalalkan aktivitas ngencuk, Tak lebih dari itu. Kalau urusan cinta dan lain sebagimana itu urusan lain. Kalau agama setahu saya ya cuma sesimple itu saja.

Bahwa di dalam pernikahan ada rasa cinta, itu memang benar. Tapi tak semua yang nikah pasti karena rasa cinta kepada pasangannya. Toh cerita Siti nurbaya juga masih relevan dengan jaman sekarang. Masih banyak kan yang masih mengalami itu.

Cinta itu besar dan luas. Cinta itu Universal dan tak terhingga. Tapi santai, pelan – pelan saja. Untuk masalah nikah, saya sudah menyerahkannya kepada ahlinya. Nanti kalau Tuhan sudah menjawab doa saya, maka Nikah dan sebagainya pasti menjadi gampang. Yang penting sudah saya pasrahkan kepada pemilih saham terbesar hidup saya. Yaitu Tuhan Semesta Alam. Jadi sampean nggak usah tanya lagi “kapan mas nikah?”.

Dan juga, sampean tahu Raisa Adriana kan? Dia wajahnya cantik sekaligus otaknya cerdas sampai sekarang belum juga nikah. Padahal umurnya nggak jauh beda dengan saya. Itu artinya sampean nggak perlu khawatir. Tuhan sudah tahu mana yang lebih baik bagi hambanya. Dan mungkin pula sekarang tuhan sedang membuat jalan agar saya bisa berjodoh dengan Raisa Adriana. Ya siapa tahu begitu, Dunia kan serba mungkin. … hehehe