Maaf Bu, Mohon Antri Dulu ….

Saya kira kalau perbaikan perkereta apian sudah baik, maka Sumber Daya Manusia penumpangnya juga ikutan membaik. Eh lha dalah masih sama saja ternyata. Ini agak anu, Ketika saya masih melihat orang berjubel berdesak – desakan menaiki sebuah gerbong kereta api, pikiran saya bertanya – tanya “apa iya mereka sebodoh itu?”. Ini masalah berfikir manusia. Kesadaran tentang apa yang dilakukan serta seberapa jauh pemahaman seseorang. Lantas saya bertanya kepada ibu yang tadi ikut berdesak – desakan, ” Maaf bu, kenapa tadi harus berdesak – desakan saat naik kereta api, kenapa tak menunggu orang yg turun selesai”, Jawabnya begini: “Saya takut ketinggalan kereta nak, dan juga takut tidak kebagian tempat duduk”.

keep-calm-and-antri-dongPadahal kita semua tahu, kereta api sekarang tak sama seperti sebelumnya. Dimana seseorang harus membooking minimal sehari sebelumnya, demi mendapatkan tempat duduk. Jadi jangan takut tidak kebagian tempat, dan juga ketika takut ketinggalan kereta maka coba sampean lihat disebelah rel itu pasti ada petugas KA yang mengawasi jalur lalu lintas kereta di stasiun. Petugas tersebut tak akan memberi aba-aba aman, sebelum semua penumpang sudah kelar menaiki gerbong. Jadi SOP perkereta apian itu sudah jelas dan aman. Tinggal kitanya saja berperilaku tertib, membudayakan antri dan hidup bersih.Jadi jangan lagi berdesak – desakan ketika menaiki sebuah gerbong. Itu demi keselamatan semua orang.

Fenomena seperti ini kalau kita mau berfikir, bukanlah fenomena sepele. Ini adalah gambaran pola pikir masyarakt kita. Yang tak mau memahami sebuah hal. Malas berfikir dan Malas untuk tahu. Melakukan tindakan diawal tanpa berfikir terlebih dahulu. Kuncinya disini adalah, masalah manusianya. Masalah pemikiran harus diatasi tak lain dan tak bukan lewat pendidikan. Kalau pendidikannya sudah maju. Maka fenomena ibu berdesak – desakan seperti diatas tadi tak lagi kita lihat di kemudian hari. Yoooopora …..?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s