Filosofi Encit

Heuheuheu …. Aku ngikik, kala di chat blackberry massager, seseorang bilang “encit”. Menyanggah sebuah percakapan.

Sepintas kata tersebut biasa saja. Namun karena di ungkapkannya di groub yg memang membicarakan kenangan masa lalu. Encit menjadi kata yg membawa nilai sejarah.

Lalu sejarahnya dimana, Encit…..

Encit… Adalah kata yg cenderung satir, pun ngentahi. Menyanggah dengan nada mengejek. Halus pun dalam. Encit yg diambil dari sebuah bunyi pompa ketika digunakan. Semakin di pompa semakin asyik. Encit…. Encit….Encit. Neng yo ora mengandung apa – apa. Hanya menghasilkan angin. Tak bisa dilihat, tak bisa dipegang. Hanya bisa dirasakan. Pun lalu begitu saja.

Ketika orang mengucapkan encit di tengah perbincangan, berarti orang tersebut tidak mempercayai apa yg orang lain bicarakan.

Sayangnya, si encit sudah tak lagi populer. Karena orang tak lagi melakukan perbincangan secara tradisional. Saling berhadap muka, sembari minum kopi bersama. Kini, Semua sudah serba social media. Pun perkembangan bahasa menjadi miskin. Dan semuanya tersentris kepada tren dari dunia luar. Yg sebenarnya berbeda dengan dunia kita disini. Semuanya serba ikut trend. Manusia tak sekreatif dulu. Yang menciptakan gaya bahasa sendiri kemudian menciptakan trend sendiri. “Halahhhh…. Embohhhh”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s