Dipuncak Kebahagiaan

Pembenaran, itulah klaim dari mereka yg melihat seseorang telah mencapai puncak spiritualitas yg cukup tinggi. Dimana puncak spiritualitas tersebut sudah membumi hanguskan sifat keakuan diri. Tak lagi memikirkan diri sendiri, kehidupannya hanya ditunjukan untuk semesta. Disinilah dia mencapai arti bahwa dirinya adalah khalifah yg sebenar – benarnya.

Keakuan adalah sifat yg masih berurusan dengan nafsu, masih berfikir tentang kemerdekaan dirinya. Jiwa belum mampu keluar untuk berpetualang ke alam yg lebih luas dan tak terbatas.

Jika sudah merdeka tentang dirinya sendiri, orang akan mampu melihat dan menerima hikmah dalam setiap kejadian. Dan disitulah taraf hidup yg paling membahagiakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s