Jawa Itu Pangerten

Manusia punya instuisi, orang jawa ahlinya dalam hal beginian. Kita sama – sama jawa. Masak iya, semua harus dibicarakan segamblang – gamblangnya. Kita bukan barat, yg ngajakin main ps aja harus berkata”yuk main ps di tempat ini jam segini sampai jam segitu. Kita timur, cukup dengan “cuk” saja kedua belah pihak sudah paham betul. Pangerten kalau jawa bilang. Gitu, tapi semua bisa jadi hanya untuk mengolok – ngolok bahwa apa yg kamu sangkakan benar. Bahwa memang benar nggak bisa dipegang omongannya. Bahwa benar teman saya dusta. Tpi sangkaan itu bisa mentah jika kamu kembali ke pangerten tadi. Bahwa mungkin teman saya begini, karena ada alasannya. Dan apapun alasannya saya akan membenarkan. Karena ia adalah teman. Kepercayaan adalah yg utama. (Blog mbulet ini hanya bisa dimengerti jika yg baca teman saya sendiri). Diluar itu saya sarankan untuk membaca tulisan yg lain, dari pada berprasangka yg nulis ini bodoh dalam berbahasa….. Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s