Bulan: September 2016

NgReview “Train To Busan” 

Simple aja ni film. Bercerita tentang Gimana menyelematkam diri dari serangan zombie yg satu gerbong dengan kita. Jadi hal yg membuat film ini meledak di beberapa negara, mungkin karena effect yg dibuat. Zombie terkesan hidup. Dan ekspresif sekali. Lagi, Train To Busan berlatar belakang siang hari. Mungkin pembuat mencoba mengatakan bahwa “Serem tak selalu berlatang malam hari”. Secara umum, film ini belum bisa dikata “Keren”, saya seperti melihat film pendek. Terlalu simple.Harusnya masalah yg dipecahkan oleh pemain utama, ada.Darimana virus itu muncul, gimana menghentikannya, konsporasi apa yg ingin dibuat dg virus tersebut dll.  Kalau Train To Busan kan kagak. Cuman gimana caranya menghindari dari serangan zombie yg ikut dalam rombongan penumpang KTX dari kota seoul menuju kota busan. Ya gitu aja sih. sesampai di busan film kelar. Jadi penonton cuma disuguhkan semacam cosplay zombie. Tak butuh muter otak jika melihat Train To Busan. Jika saya disuruh menilai, maka akan ku beri rating 3 dari total bintang 6. Aigoooo. 

Iklan

Steak Acak Adut …

Sore tadi iseng – iseng buat steak ala cheaf awud – awudan. Dan pada akhirnya “Rasa Tak kalah jauh” sama steak yg dijual di warung warna kuning – kuning itu. heuheuheu… , Dengan berbekal alat masak yg sederhana yakni lemper batu di kolaborasi dengan tungku plus kayu bakar. Steak pun siap tuk dibuat 

Daging 5 iris gua pukul – pukul kemudian direndam sama bumbu – bumbu rahasia. 

Yeahhh…. 

Dan beginilah wujud steak tersebut. setelah abis direndam sama bumbu rahasia saya.  Ini kusebut “Steak ala wong ndeso seng lagi keluen”

Dan inilah bumbu saos kecap yg lagi dipersiapkan : 

Dari sinilah bencana muncul, cabe yg gua masukan lebih dari 15 . Al hasil Rasa pedese suanggarrrr….Merah gann. Bagi kalian yg gak seneng pedes dijamin toilet akan siap menemanimu tiap detik. Tapi, ini tak berlaku bagi saya, yg sedari kecil sudah akrab dengan rasa pedes.

Dan Alhamdulilah. nyatanya sampai sekarang perut saya tak bermasalah setelah makan steak ala kadarnya ini. 

PR nya sekarang difreezer masih ada 5 kantong plastik daging kurban yg belum keolah.mau diapakan? di rendang? Taulah.. Resiko tinggal serumah sama babe doang ya gini. serba repot kalau dah ketemu urusan dapur. Tahu gini, hambok sampean bantu saya nyarikan jodoh. heuheuheu..   😂😂😂

(September, 15)

Series “W / Two World” 

Sudah 7 Episode gue lihat nih series, Dan sudah mencapai titik klimaks alias eneg mau nerusin sampai tamat. Plot ceritanya berkutat di masalah itu -itu saja. Dari dunia A menuju ke dunia B. Pun sebaliknya. Jadi inget Film Hollywod “Instertelar“, Seorang astronot yg berpetualang ke luar angkasa kemudian masuk ke dimensi lain. Inget pula Formulasi Einstein di dunia fisika. Di dunia A kita tinggal 5 menit, di dunia B sama dengan 1 hari. Dst. Seseorang yg mampu bergerak menyamai kecepatan cahaya, waktu akan menuju masa depan, jika melebihinya maka waktu akan mundur. Itu formulanya einstein. Dan itu pulalah yg sebenarnya di adopsi Series W. Tentu dengan modifikasi yg banyak fiksinya. Kemudian.

Kang Chul yg mencoba bunuh diri dengan meloncat ke sungai han, diambil dari mbah google image.

Series ini membawa saya untuk menerka – nerka kehidupan masa akan datang, dimana manusia mampu menembus dimensi lain dengan teknologi mereka. Dimensi yg sebelumnya terlihat tidak nyata menjadi nyata. Seperti halnya fenomena blackhole. Fenomena ruang dan waktu. Yg sampai sekarang masih belum juga terpecahkan. Manusia kelak bisa ber-teleportasi. Mungkinkah? 
Jawab saya sangat mungkin. Lha wong akal manusia itu terus berkembang, pun dengan jagat raya yang kita huni ini.

Dan kembali lagi ke series W, akupun menyudahinya sampai episode 7, mending gue baca buku – buku fisika. Daripada lihat series w ini. Tapi juga, gua gak rela nglepasin asisten pribadinya kang chul yg cewek itu. Cantik sih. Pun gede bookkk…. Heuheu…

Sayang dianya diabaikan oleh si pemeran utama yg lebih memilih anak si pembuat webtoon. Akupun berandai – andai dan mengajukan solusi. Mending dia pindah kedunia gue. Lalu kita jadian. Heuheu…

Tapi.. Ah sudahlah, intinya series ini tak lebih bagus dari series-series sebelumnya sebut saja doctor atau uncontrollaby fond. Sains dan fiksinya nanggung. Kurang greget gan….

Sekian. Lanjut nyari pokemon kita .

Snorlax … Tunggu…. !!!

Malam minggu..isinya ngePes melulu. kelar sudah lanjut nyari nasi bantingan di angkringanku. Eh… belum nyampek tujuan ketemu snorlax di pinggir kali. Dah gua kasih stroberry pun juga gua lempar pakek ultra ball. Sayang kabur brai. Nyesek bukan main.

Masih ditempat yg sama. baru dua hari yg lalu, abis nongkrong di angkringan juga ketemu pikachu. Sayangnya juga sama, kabur pula. Ni tempat kayaknya penuh dengan pokemon jenis yg susah dicari. Apa perlu gua semedi di pinggir kali ini. Sambil nunggu bupati bikin RPTH jadi. Konon juga untuk bikin RPTH,pemerintah sampai menganggarkan 11M dari ApBn. Mong-ngomong itu berapa ya yg bocor. ? Secara pilkadal bentar lagi digelar… 

Entahlah.

Yang jelas, Es Beras kencur gua dah jadi.

Sudah saatnya gua cicipi nih

Gue Fans The Kafir Man, Ahok!

Ini cerita tentang bagaimana gua mencoba mengenal seseorang yg gua anggap “unik“, lain daripada yang lain. Ahok. ” The Kafir Man”. Kata orang – orang yg ekstrimis kanan. Bagi gua, bulshit… Dah. Lha wong yg ngatain gitu orang yg sedang berpolitik juga. Ada udang dibalik statmentnya pasti. 

Jadi, gini. 

Foto Ahok Sedang Makan sama depe dan Maia. 2 September 2016. Diambil dari postingan Mbak Maia Estianti.

Semenjak Tahun 2012, yg kemunculan tokoh ini belum sehangat sekarang. Gua sudah banyak baca cerita tentang tokoh yg satu itu. Tentang bagaimana dia beragumentasi di rapat – rapat dewan. Tentang bagaimana ia memimpin sebuah birokrasi. Dan macem – macemlah. Intinya, Felling dan insting gua langsung berkata “ini orang baik”

Ngiri, gua. Ketika jakarta punya tokoh semacam dia. Bagaimana tidak, Ialah tokoh yg mampu menerima ide – ide liar anak muda. Nggak percaya? Lihat aja postingan youtubenya. Yg jumlah postingannya sampai sekarang sudah mencapai 4200an postingan video. Disitu setiap pagi bnyak orang datang membawa ide -ide baru. Selain pula keluh kesah masyarakatnya. Herannya., si kafir itu dengan telaten mendengar dan mencoba memecahkan problem masyarakat yg mengadu. Gua tambah heran, sepertinya ia begitu ngerti dengan detail setiap laporan yg masuk. Sedeteil kerikil. Padahal masalahnya berane ragam. Bahkan ada yg ngeluh karena suami pelapor yg notabene anak buah ahok sedang selingkuh dibelakang sipelapor juga diaduin ke si kafir itu. 

Ini kafir aku yakin belajar dari guru agama islamnya tentang kepemimpinan kolifah umar. Yakin saya…. Dan si kafir itu sedang mencoba menerapkannya.

Gua ini penggemar setia postingan youtube Pemda Dki. Dari kapan? Ya dari semenjak jokowi ahok njabat sampai sekarang. Comment saya gini. Bulsit dah kalau ada yg ngomong itu Pencitraan. Why? Ya mana ada sih orang dengan pencitraan dengan sekonsisten itu. Kuat apa di depan camera acting tanpa naskah selama hampir 4tahun… Setiap hari pula. Mikirrrrrrrr?????????

Maka diakhir kata. Sikafir itu kini sudah jadi standart baru pejabat indonesia. Loe mau maju jadi pejabat, ya kudu lebih baik daripada sikafir itu. Kalau kagak, mending gak usah lah…