Travelling

Snorkling & Diving Di Menjangan Bali I

Cerita di blog ini masih lanjutan dari cerita sebelumnya. Nah dari Puncak Kawah Ijen, Siang harinya gua meluncur ke Pulau Menjangan yang ada di daerah Bali bagian barat. Capcuss meluncur gan. Dengan jet bus yang dikendarai oeh Pak Mu’in . Mak Wusss ….. 2 Jam dari ijen menuju hotel santika yang ada di banyuwangi. Bermalam disini semalam doang. Dan Esok paginya langsung menyeberang ke pulau menjangan gan,

Pada awalnya sempet memutuskan untuk tidak ikut menyeberang. Saya inginnya tidur saja di hotel, karena apa? Ya … Terus terang ilmu mengambang gua masih setengah – setengah, setengah ngambang dan setengahnya tenggelam. 🙂 . Tapi setelah didorong – dorong oleh para tamu, pada akhirnya saya ikut mereka deh. Bismilah… 

Saya mantapkan hati untuk mencoba snorkling melihat pemandangan alam bawah laut. Walau pakai pelampung, tapi phobia ketinggian masih menghantui saya ketika melihat kedalam air laut yang kurang lebih 7m. Mak dueg…. reflek saya langsung panik.

Dua kali doang gua mencoba snorkling. dan dua – duanya tak jauh – jauh dari perahu standbay. Padahal gaet sudah bilang akan menjaga saya. Tapi mau gimana, sudah dari sononya gua punya phobia. 😦 . Nyesel deh…Nyesel nggak pandai berenang maksutnya.  

to be continued.

DCIM100GOPROGOPR0059.

Pulau Menjangan Bali Barat. Bersama Para Tamu dari Kementerian Kelautan Malaysia. Agustus 2016.

DCIM100GOPROGOPR0042.

Foto Gua Njir …. .

Lanjutan Cerita Kawah Ijen

Jadi setelah beberapa menit kami berada di puncak ijen, kami pun lekas turun. Nah dalam perjalanan itu kami menemukan beberapa cerita yang menyentuh. Diantaranya adalah Para penambang belerang yang penuh semangat mengangkut beban berat demi sesuap nasi buat keluarga mereka. Ada yang dengan kreatifitasnya juga mengolah belerang menjadi pernak – pernik accesoris yang cukup unik. Ada lagi cerita yang menakutkan kami, yakni cerita tentang jatuhnya bule yang sedang foto selfie di puncak. Ada lagi seorang bule yang turun dengan menggunakan kendaraan kuda kemudian kudanya jatuh kejurang. Dan oleh sebabnya sekarang kuda tidak digunakan oleh warga dalam pendakian ijen.Di tengah perjalanan menuju turun kebawah, sayapun menyempatkan diri untuk santai sejenak di warung kopi yang ada di tengah perjalan.

4

3

Kawah ijen juga menyediakan tempat sampah di tengah  tengah perjalanan. Ini menarik karena demi menjaga kebersihan lingkungan, para wisatawan yang datang di tuntut agar tidak membuang sampah sembarangan.

56

Setelah sampai di bawah, kamipun bersantai denganmeminum kopi sembari ngobrol sana – sini. Driver, daet dan tamu berkumpul jadi satu. Menceritakan kehidupan masing – masing. Dan dari pembahasan tersebut, pembahasan yang paling menarik dan terkesan dekat adalah pembahasan bola. Yapz… tamu saya suka Arsenal dan Chelsea, sedangkan saya adalah fans sejati setan merah. Pembahasan pun tak jauh – jauhdari bursa transfer. hehehe…  Sekian cerita pendek saya di blog ku yang sederhana ini. Sampai ketemu di cerita – cerita berikutnya…

First Time, Kawah Ijen

Permisi…
Numpang lewat bentar, sudah lama tak posting blog nih bro and mbak bro.
Ceritanya nih gua lagi di kontrakan lama waktu kuliah di malang.
Njir sekarang, di kontrakan gua sudah terpasang Internet dengan kecepatan super duper cepat. Berapa coba? 15 MBps broh…, Ini kalau dibuat stremingan Emyu pasti lancar jaya. Ya nggak? #GGMU (Musim Ini Juara Kita)

Jadi sambil nunggu download ” Doctors “ , ” Uncontrollaby Fond “ selesai, gua sempat – sempatin dulu nulis. Kali ini tentang pengalaman gua yang baru ngetrip ke Kawah Ijen beberapa hari lalu. Cekidot…..

Sebelumnya, kenalin dulu ini teman saya. Mbak Evi namanya, ialah Owner dari situs penyedia jasa layanan traveling namanya Javatravelline.com  . Agan – agan yang mau keliling traveling ke spot – spot menarik di jawa bali bisa contact dia. Insyalllah harganya lebih miring dibanding situs – situs pada umunya. Nggak percaya ? Coba aja…

Nah, sore itu saya pergi ke rumah dia. Siap – siap untuk ke bandara juanda. Menjemput tamu dari malaysia. Menurut Schedule tamu akan mendarat pukul 20.00 . Untuk menghindari macet di sidoarjo, jam 16.00 lebih dikit saya bersama suami mbak evi meluncurlah ke bandara. Capcuss…….

Setiba di Bandara Juanda.

Petang menjelang matahari terbenam, View tol menuju bandara keren kali gan, sunset ditambah landscape yang bagus plus lagi lampu jalan yang berjejer dipinggir memanjakan mata kami. Sayang camera yang ku bawa aku taruh di kursi belakang. Jadi tak sempat ambil gambar disini. Tak apalah, lain kesempatan pasti terpenuhi.

Kemudian berhenti sejenak di rest area, Beny menelpon driver yang mengantarkan perjalanan nanti. Agar supaya kita ketemu di Bandara, kelak sejam sebelum tamu datang.

Pesawat nampaknya agak delay sedikit, para tamu yang datang dari malaysia tiba lebih dari waktu yang direncanakan. Ya tak banyaklah, kira – kira tak sampai sejam.

Terlihat dari jauh di pintu penjemputan penumpang, mereka melambaikan tangan, tanda mereka sudah tahu bahwa kamilah yang menjeputnya. (Ya iyalah tahu, lha wong saya bawa tulisan Buntal Sado). What is Buntal Sado ? . Aku yo nggak ngerti rek, iku bahasa wong melayu.

Selepas Dari Bandara

Tamu 8 orang, saya dan driver siap – siap meluncur ke lokasi pertama kami hari ini. Let’s Go… Kawah Ijen Bondowoso.

Perjalanan dari bandara juanda surabaya ke kawah ijen membutuhkan waktu normal 5-7 jam. Tapi kala itu, kayaknya kita melebihi jam pada umumnya. Dimana berangkat pukul 22.00 dan tiba di Kawah Ijen pukul 06.00 pagi esok harinya. Perjalanan malam yang woles agar para tamu bisa tidur tenang di dalam mobil. (oh lupa, kala itu kami menggunakan mobil Long Elf yang berinterior apik dengan bernamakan jet bus. Tak usah khawatir kalau berada di dalam kendaraan ini, dijamin bisa tidur nyenyak. Walau jalan yang dilewati berliku dan naik turun. emang mantab javatravelline.com ini dalam pelayanan customer mereka . Recommended dah )

Alhamdulilah sampai pula kita di Paltuding. Titik dimana lokasi pendakian ke puncak ijen dimulai dengan jalan kaki. Dan berikut foto tamu dari malaysia ketika bersiap – siap mendaki ke puncak.

a1

Let’s Go…. 

Mari kita mulai pendakian ini. Tuk melihat puncak ijen dan kawah biru serta para penambang belerang.

Perjalanan untuk mendaki kepuncak dibutuhkan waktu paling lama 2 jam. Dengan jarak berkisar 3 km. Tracknya terbilang tak susah, dengan komposisi sebagai berikut, 75% tanjakan dengan kemiringan 60 derajat dan sisanya landai. Tak usah khawatir kalau bawa cewek kesini, karena anak – anak bule aja pada kuat kok naik ke puncak kawah. Tak percaya ? nih fotonya :

1r copy

Emang sih, pada mulanya saya juga tak pede untuk naik keatas. Maklum saya ini bukanlah pendaki profesional. Dan baru ini ndaki ke gunung. heuheu…

Ditambah lagi tamu yang aku bawa adalah para pendaki yang sudah terbiasa melakukan hicking. Rinjani broh, sudah di tanjak mereka. sedangkan saya? Gunung Gudeg yang di tulungagung (kampung asli saya) saja belum pernah.

Ternyata eh ternyata apa yang saya takuti itu hilang sudah kalau lihat banyak anak – anak yang naik ke atas. Plus rasa penasaran seperti apa view diatas nanti.

Tancap gas.. naiklah saya ke atas. Let’s Go Brother ………

4 copy

Itu track sudah melewati tanjakan miring, sudah mendekati kawah. mungkin 1 km dari puncak.  Dan terlihat beberapa dari pendaki sudah turun kebawah. lihatlah mereka tak nampak lelah, penuh dengan wajah bahagia. Puas mereka nampaknya. Tak sabar jadinya seperti apa view diatas nanti… lanjut dah… tancap gas..

IMG_1620 copyDari titik saya berdiri nampak pemandangan diatas awan yang menarik. Pun hijau pepohonan yang mendamaikan batin. Ini baru yang dinamakan wisata religi. Lahir batin damai dan langsung teringat dengan pencipta semua ini. Gusti Allah engkang moho kuaoso. Iqra’… bacalah.. maka saat itu aku membaca alam yang kulalui itu, Begitu damai mereka membawa ayat – ayat yang tersiratkan. Melalui bunyi angin dan daun – daun. Subhanallah…

Dan tak lama dari situ. Akhirnya kita sampai puncak kawah ijen. langsung deh foto – foto.

30 copy

Nah, mereka itulah tamu yang aku temani. Delapan – delapannya orang malaysia. Dimana mereka rombongan karyawan dari kementrian perikanan pusat malaysia. Dua orang yang paling kanan dan paling kiri jselain hobi mendaki juga hobi diving. Kenalin namanya Bang mail dan Bang Fadzil. Sabahabat baru saya dari negeri tetangga.

Tulisan ini masih panjang sebenarnya. Tapi karena temen sudah njemput tuk malam mingguan maka kan kulanjut lagi di Tulisan Blog nanti dengan judul Ijen Prat 2. Next timelah… sek tak ngopi sek rek… cek damai urip iki. Karena dengan ngopi kita kan banyak bersilaturahmi. pun insyaallah rejeki tambah lancar… heuheu….. to be continued