씨스타 SISTAR ,

Sistar , Yapzz … gara – gara Running Man Episode yang entahlah keberapa itu, gua jadi suka musiknya. Pun para personelnya yang berisi, dibandingkan dengan girl band pada umumnya di Korean. Awal mula lihat Hyorin yang goyang sama si Garry. Seksi bener gan. Suaranya pun juga oke – oke aja ketika tak nyanyi lypscyng, I Like That, ialah judul lagi Sistar yang berhasil membuat gue suka pada mereka.

sistar-1

Foto Sistar , yang diambil dari Mbah Google 

Dengerin musiknya, kalian pasti sedikit ngerasa beda dan unik kalau dibandingkan dengan Girls Generation ataupun Groubnya Suzi itu. Memacu spirit gitu dan ini cocok kalau didengerin pas pagi – pagi sambil nyetir.

Yah itulah ulasan saya hari ini, sambil nunggu instalan path di smartphone selesai, gua sempat – sempatin mampir di blog. 🙂

Iklan

Aigoo Generasi (Y)

Aigoo …

Suara drama korea terdengar dari dalam kamar sebelah. Sosok pria berkumis tipis berambut gondrong nampak santai sedang menikmati series bergenre drama komedi berjudul “Beautiful Gong Shim”. Aigooo pri macam mana pula ini, tontonan kok korean drama. Suram… . Jelas ini tanda  – tanda akhir jaman. kan seharusnya yang seneng drama tuh cewek – cewek generasi (Y). Yakni generasi yang ketika ketemu Lee Min Hoo nongol di iklan white coffe akan jingkrak – jingkrak kayak ulut bulu kebakar api. Klegot – klegot.

Eh bentar, yang pria berkumis tipis tadi juga mesam – mesem kok kalau lihat acting gemesin ala -ala Park Min Young gitu, jadi sebenarnya suka  nggak suka korean drama itu bukan tergantung masalah genre loh.“Yoo Po Ora ….?” 

park_min_young_png_by_milenaho-d79o417

Foto Ilustrasi : Park Min Young (Sumber : Google Image)

Terus yang dimaksud generasi (Y) itu generasi yang gimana sih?, mari pelan – pelan saya utarakan. Generasi (Y) ini generasi yang dimana ketika ditanya siapa Cut Nyak Dien, bakalah garuk – garuk kepala. Tahu kan maksudnya? Jangan – jangan kamu juga termasuk generasi yang saya maksud ini.

Segitunya mereka mengidolaan K PoP, sampai kencing – kencing mungkin, jika lihat Soo Jong Ki nongol dihadapan mereka. Aigooo ………

Generasi (Y) ini menarik perhatian saya, udah tahu ini bulan ada perhelatan hari raya sepak bola, yakni EURO 2016. Tapi, bagi mereka perhelatan tersebut tak ada artina sama sekali. Malahan asyik nongkrong – nongkrong di cafe – cefe yang kagak nyiarin bola.

Kalau generasi saya, pun sebelum saya. Bola adalah sesuatu yang bisa dikata wajib untuk Tahu. minimal Event Piala Dunia dan Euro. Kalau liga mah boleh saja kagak ngikuti, tapi kalau 2 Event besar itu ibarat Idul Fitri dan Idul Adhanya Sepakbola. Siapapun mereka wajiblah nikmati euforianya. Terus esok mau gimana, kalau generasi penerus kita tak ada yang suka Bola, Berabe lah …. Suram. Aigoooooooooo. 

Tulisan ini ditulis ketika perhelatan Euro 2016 digelar yang sebelumnya di tulis di account saya di Steller.co/javanese

 

Snorkling & Diving Di Menjangan Bali I

Cerita di blog ini masih lanjutan dari cerita sebelumnya. Nah dari Puncak Kawah Ijen, Siang harinya gua meluncur ke Pulau Menjangan yang ada di daerah Bali bagian barat. Capcuss meluncur gan. Dengan jet bus yang dikendarai oeh Pak Mu’in . Mak Wusss ….. 2 Jam dari ijen menuju hotel santika yang ada di banyuwangi. Bermalam disini semalam doang. Dan Esok paginya langsung menyeberang ke pulau menjangan gan,

Pada awalnya sempet memutuskan untuk tidak ikut menyeberang. Saya inginnya tidur saja di hotel, karena apa? Ya … Terus terang ilmu mengambang gua masih setengah – setengah, setengah ngambang dan setengahnya tenggelam. 🙂 . Tapi setelah didorong – dorong oleh para tamu, pada akhirnya saya ikut mereka deh. Bismilah… 

Saya mantapkan hati untuk mencoba snorkling melihat pemandangan alam bawah laut. Walau pakai pelampung, tapi phobia ketinggian masih menghantui saya ketika melihat kedalam air laut yang kurang lebih 7m. Mak dueg…. reflek saya langsung panik.

Dua kali doang gua mencoba snorkling. dan dua – duanya tak jauh – jauh dari perahu standbay. Padahal gaet sudah bilang akan menjaga saya. Tapi mau gimana, sudah dari sononya gua punya phobia. 😦 . Nyesel deh…Nyesel nggak pandai berenang maksutnya.  

to be continued.

DCIM100GOPROGOPR0059.

Pulau Menjangan Bali Barat. Bersama Para Tamu dari Kementerian Kelautan Malaysia. Agustus 2016.

DCIM100GOPROGOPR0042.

Foto Gua Njir …. .

Lanjutan Cerita Kawah Ijen

Jadi setelah beberapa menit kami berada di puncak ijen, kami pun lekas turun. Nah dalam perjalanan itu kami menemukan beberapa cerita yang menyentuh. Diantaranya adalah Para penambang belerang yang penuh semangat mengangkut beban berat demi sesuap nasi buat keluarga mereka. Ada yang dengan kreatifitasnya juga mengolah belerang menjadi pernak – pernik accesoris yang cukup unik. Ada lagi cerita yang menakutkan kami, yakni cerita tentang jatuhnya bule yang sedang foto selfie di puncak. Ada lagi seorang bule yang turun dengan menggunakan kendaraan kuda kemudian kudanya jatuh kejurang. Dan oleh sebabnya sekarang kuda tidak digunakan oleh warga dalam pendakian ijen.Di tengah perjalanan menuju turun kebawah, sayapun menyempatkan diri untuk santai sejenak di warung kopi yang ada di tengah perjalan.

4

3

Kawah ijen juga menyediakan tempat sampah di tengah  tengah perjalanan. Ini menarik karena demi menjaga kebersihan lingkungan, para wisatawan yang datang di tuntut agar tidak membuang sampah sembarangan.

56

Setelah sampai di bawah, kamipun bersantai denganmeminum kopi sembari ngobrol sana – sini. Driver, daet dan tamu berkumpul jadi satu. Menceritakan kehidupan masing – masing. Dan dari pembahasan tersebut, pembahasan yang paling menarik dan terkesan dekat adalah pembahasan bola. Yapz… tamu saya suka Arsenal dan Chelsea, sedangkan saya adalah fans sejati setan merah. Pembahasan pun tak jauh – jauhdari bursa transfer. hehehe…  Sekian cerita pendek saya di blog ku yang sederhana ini. Sampai ketemu di cerita – cerita berikutnya…

First Time, Kawah Ijen

Permisi…
Numpang lewat bentar, sudah lama tak posting blog nih bro and mbak bro.
Ceritanya nih gua lagi di kontrakan lama waktu kuliah di malang.
Njir sekarang, di kontrakan gua sudah terpasang Internet dengan kecepatan super duper cepat. Berapa coba? 15 MBps broh…, Ini kalau dibuat stremingan Emyu pasti lancar jaya. Ya nggak? #GGMU (Musim Ini Juara Kita)

Jadi sambil nunggu download ” Doctors “ , ” Uncontrollaby Fond “ selesai, gua sempat – sempatin dulu nulis. Kali ini tentang pengalaman gua yang baru ngetrip ke Kawah Ijen beberapa hari lalu. Cekidot…..

Sebelumnya, kenalin dulu ini teman saya. Mbak Evi namanya, ialah Owner dari situs penyedia jasa layanan traveling namanya Javatravelline.com  . Agan – agan yang mau keliling traveling ke spot – spot menarik di jawa bali bisa contact dia. Insyalllah harganya lebih miring dibanding situs – situs pada umunya. Nggak percaya ? Coba aja…

Nah, sore itu saya pergi ke rumah dia. Siap – siap untuk ke bandara juanda. Menjemput tamu dari malaysia. Menurut Schedule tamu akan mendarat pukul 20.00 . Untuk menghindari macet di sidoarjo, jam 16.00 lebih dikit saya bersama suami mbak evi meluncurlah ke bandara. Capcuss…….

Setiba di Bandara Juanda.

Petang menjelang matahari terbenam, View tol menuju bandara keren kali gan, sunset ditambah landscape yang bagus plus lagi lampu jalan yang berjejer dipinggir memanjakan mata kami. Sayang camera yang ku bawa aku taruh di kursi belakang. Jadi tak sempat ambil gambar disini. Tak apalah, lain kesempatan pasti terpenuhi.

Kemudian berhenti sejenak di rest area, Beny menelpon driver yang mengantarkan perjalanan nanti. Agar supaya kita ketemu di Bandara, kelak sejam sebelum tamu datang.

Pesawat nampaknya agak delay sedikit, para tamu yang datang dari malaysia tiba lebih dari waktu yang direncanakan. Ya tak banyaklah, kira – kira tak sampai sejam.

Terlihat dari jauh di pintu penjemputan penumpang, mereka melambaikan tangan, tanda mereka sudah tahu bahwa kamilah yang menjeputnya. (Ya iyalah tahu, lha wong saya bawa tulisan Buntal Sado). What is Buntal Sado ? . Aku yo nggak ngerti rek, iku bahasa wong melayu.

Selepas Dari Bandara

Tamu 8 orang, saya dan driver siap – siap meluncur ke lokasi pertama kami hari ini. Let’s Go… Kawah Ijen Bondowoso.

Perjalanan dari bandara juanda surabaya ke kawah ijen membutuhkan waktu normal 5-7 jam. Tapi kala itu, kayaknya kita melebihi jam pada umumnya. Dimana berangkat pukul 22.00 dan tiba di Kawah Ijen pukul 06.00 pagi esok harinya. Perjalanan malam yang woles agar para tamu bisa tidur tenang di dalam mobil. (oh lupa, kala itu kami menggunakan mobil Long Elf yang berinterior apik dengan bernamakan jet bus. Tak usah khawatir kalau berada di dalam kendaraan ini, dijamin bisa tidur nyenyak. Walau jalan yang dilewati berliku dan naik turun. emang mantab javatravelline.com ini dalam pelayanan customer mereka . Recommended dah )

Alhamdulilah sampai pula kita di Paltuding. Titik dimana lokasi pendakian ke puncak ijen dimulai dengan jalan kaki. Dan berikut foto tamu dari malaysia ketika bersiap – siap mendaki ke puncak.

a1

Let’s Go…. 

Mari kita mulai pendakian ini. Tuk melihat puncak ijen dan kawah biru serta para penambang belerang.

Perjalanan untuk mendaki kepuncak dibutuhkan waktu paling lama 2 jam. Dengan jarak berkisar 3 km. Tracknya terbilang tak susah, dengan komposisi sebagai berikut, 75% tanjakan dengan kemiringan 60 derajat dan sisanya landai. Tak usah khawatir kalau bawa cewek kesini, karena anak – anak bule aja pada kuat kok naik ke puncak kawah. Tak percaya ? nih fotonya :

1r copy

Emang sih, pada mulanya saya juga tak pede untuk naik keatas. Maklum saya ini bukanlah pendaki profesional. Dan baru ini ndaki ke gunung. heuheu…

Ditambah lagi tamu yang aku bawa adalah para pendaki yang sudah terbiasa melakukan hicking. Rinjani broh, sudah di tanjak mereka. sedangkan saya? Gunung Gudeg yang di tulungagung (kampung asli saya) saja belum pernah.

Ternyata eh ternyata apa yang saya takuti itu hilang sudah kalau lihat banyak anak – anak yang naik ke atas. Plus rasa penasaran seperti apa view diatas nanti.

Tancap gas.. naiklah saya ke atas. Let’s Go Brother ………

4 copy

Itu track sudah melewati tanjakan miring, sudah mendekati kawah. mungkin 1 km dari puncak.  Dan terlihat beberapa dari pendaki sudah turun kebawah. lihatlah mereka tak nampak lelah, penuh dengan wajah bahagia. Puas mereka nampaknya. Tak sabar jadinya seperti apa view diatas nanti… lanjut dah… tancap gas..

IMG_1620 copyDari titik saya berdiri nampak pemandangan diatas awan yang menarik. Pun hijau pepohonan yang mendamaikan batin. Ini baru yang dinamakan wisata religi. Lahir batin damai dan langsung teringat dengan pencipta semua ini. Gusti Allah engkang moho kuaoso. Iqra’… bacalah.. maka saat itu aku membaca alam yang kulalui itu, Begitu damai mereka membawa ayat – ayat yang tersiratkan. Melalui bunyi angin dan daun – daun. Subhanallah…

Dan tak lama dari situ. Akhirnya kita sampai puncak kawah ijen. langsung deh foto – foto.

30 copy

Nah, mereka itulah tamu yang aku temani. Delapan – delapannya orang malaysia. Dimana mereka rombongan karyawan dari kementrian perikanan pusat malaysia. Dua orang yang paling kanan dan paling kiri jselain hobi mendaki juga hobi diving. Kenalin namanya Bang mail dan Bang Fadzil. Sabahabat baru saya dari negeri tetangga.

Tulisan ini masih panjang sebenarnya. Tapi karena temen sudah njemput tuk malam mingguan maka kan kulanjut lagi di Tulisan Blog nanti dengan judul Ijen Prat 2. Next timelah… sek tak ngopi sek rek… cek damai urip iki. Karena dengan ngopi kita kan banyak bersilaturahmi. pun insyaallah rejeki tambah lancar… heuheu….. to be continued

Hantu di Gedung 3,5 Unmuh Malang

Ini cerita, benar adanya… tak dibuat – buat apalagi fantasi atau fiktif. Tentang saya yang hobi banget berselancar malam alias Downloading dan Browsing.

Hotspotan Tengah Malam

Ini terjadi tahun 2008. Saya masih semester 3 yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang. Malam, itu sudah kesekian kalinya saya ngenet hotspotan di kampus. karena kos berada tepat di belakang kampus, ngenet tengah malam adalah hal yang trend kala itu, sampai – sampai warnet di malang selalu penuh kala paket malam dibuka. Biasa mereka biasanya downlod bokep sama main mirc dan juga editit layout friendster. Kantong mahasiswa pasti ngambil paket malam, karena memang murah adanya. 10 ribu ngenet ngampek pagi.

Kembali ke pokok cerita, Jam menunjukan waktu 01.00 dini hari, saya pun bersama teman kos namanya ayonk. Berangkat ke kampus. Dengan menenteng peralatan lengkap, dan siap untuk download film – film yang lagi nge hits.

Sejam berlalu, situasi kondisi masih terkendali. Aman ayem tentrem mulyo lan tinoto. Ayunk damai, karena ia masih menikmati bokep tanpa silent. Senang dia.

Saya hanya buka – buka friendster dan facebook, sesekali download MP3. Ya sambil nge blog dan baca – baca forum. Jaman itu belum ada modem, seingatku selang setahun kemudian IM2 rilis ke publik malang. Telkom juga masih telkomnet instanbelu speedy apalagi indohome. Dan waktu itu tarifnya masih mahal.

Android apalagi…

Warnet paket malam masih berjibun. Asyik pokoknya.

Karena internet waktu itu hal baru dan menyenangkan.

Gedung unmuh yang besar itu, kami berada di gedung 3 setengah. Kalau siang lokasi saya berada ini adalah kantin, tempat nongkrong yang tersedia wifi. Wifi yang bisa login dengan account NIM mahasiswa Unmuh.

Saya hanya berdua malam itu. Dan benar kejadian aneh mulai terasa. Ketika ayunk masih menikmati bokepna, terdengar gedung belakang kami seperti tempat yang riuh bergemuruh dan ramai. Ramai banyak orang yang sedang melakukan aktifitas. Mirip – mirip suasana pasar, padahal ini waktu, sudah tengah malam. Dan tempat yang aku maksud ini adalah Gedung GKB 3. Anak unmuh tahulah…

Mendengar suara – suara aneh tersebut kami acuh pada mulanya. Tapi lama – kelamaan suara semakin menggangu. Dan benar saja. Puncaknya kami mendengar suara “srek…..srek…srek” seperti kaki yang jalan terseret. Dan Suaranya semakin mendekat ke posisi kita duduk.

Spontan kami pun langsung beranjak dari tempat duduk, Lari terbirit seribu langkah. Mak Wussssss…….. Eh bukannya balik ke kos, tapi cuman beberapa meter posisi semula, kami masuk masuk ke mushola. Pintu kami tutup rapat – rapat. Dengan harapan barang aneh diluar sana tak mendekat ke kami.

Dalam suasana seperti itu, ayunk masih saja melanjutkan download bokepnya. Heran saya. Sayangnya suara tak kunjung menghilang. Suasana yang kami alami waktu itu mirip – mirip suasana film horor di hollywod.

Kami pun masih diam di dalam mushola. mau keluar tak berani, bayangan kita  di luar sana hantu sedang menunggu kami. Lantas, tak lama kemudian saya menelpon teman saya yang keberadaannya ada di kos. namanya Fajar,

“Jar ndang mrene, nek kampus mburi lantai 3.5, gawakno aku kabel ooran nde ngecas laptop”, Ini cara saya biar fajar cepet datang. hauhau…

Tak butuh lama, ia pun datang ke lokasi.

Alhamdulilah, ada temen datang.

Temen yang nyalinya gede. tak takut hantu apalagi cewek.

heueheu…

Selepas kejadian itu, setiap kami mau ngenet ke kampus malam – malam, pastilah tak lupa mengajak fajar. Biar kami bisa tenang. Karena kalau ada hantu muncul lagi, pastilah hantunya yang giliran diketawain sama dia.

 

Jawa Itu Pangerten

Manusia punya instuisi, orang jawa ahlinya dalam hal beginian. Kita sama – sama jawa. Masak iya, semua harus dibicarakan segamblang – gamblangnya. Kita bukan barat, yg ngajakin main ps aja harus berkata”yuk main ps di tempat ini jam segini sampai jam segitu. Kita timur, cukup dengan “cuk” saja kedua belah pihak sudah paham betul. Pangerten kalau jawa bilang. Gitu, tapi semua bisa jadi hanya untuk mengolok – ngolok bahwa apa yg kamu sangkakan benar. Bahwa memang benar nggak bisa dipegang omongannya. Bahwa benar teman saya dusta. Tpi sangkaan itu bisa mentah jika kamu kembali ke pangerten tadi. Bahwa mungkin teman saya begini, karena ada alasannya. Dan apapun alasannya saya akan membenarkan. Karena ia adalah teman. Kepercayaan adalah yg utama. (Blog mbulet ini hanya bisa dimengerti jika yg baca teman saya sendiri). Diluar itu saya sarankan untuk membaca tulisan yg lain, dari pada berprasangka yg nulis ini bodoh dalam berbahasa….. Salam.