Bulan: Mei 2015

Memanusiakan Manusia Juga

Bibi kasihan …..ya, nasib saudara kita rohingya. Mereka tak dianggap warga oleh negaranya. Mereka dianggap seperti duri dalam daging. Asing disana mungkin beda dengan disini. “Apa iya Sejahat itukah kaum Budha kepada islam?”, tanyanya pelan. “Tidak nak, agama tak ada yg mengajarkan penindasan. CEb_BZZWgAAhG60Semua agama mengajak kepada kebaikan. Semua agama ingin memanusiakan manusia yg seutuhnya”. Dan sekarang,yang terjadi di Myanmar tak lain dan tak bukan adalah perilaku kesewenang – wenangan manusia yg mayoritas kepada manusia yg minoritas. Mereka dengan tega berani membunuh sesama manusia atas dasar perbedaan. “Jangan ditiru ya nak”, Kita disini sudah damai semenjak dulu. Itu sudah diajarkan oleh leluhur kita. Leluhur kita juga budha sebelum kita, dan hindu juga. Nyatanya nggak ada masalah kan.

Dan juga, jangan sampai kalian yg merasa umat islam memperlakukan umat budha di indonesia seperti di myanmar. seperti dalam arti membalaskan dendam. Itu tak diajarkan dalam agam islam. Jangan bertindak bodoh mengatasnamakan Jihat. Jihat sekarang harus benar-benar dipikir dulu kalau perlu sembari minum kopi panas. biar damai.

Iklan

Kenangan yang teranjing – anjing…

Katanya orang,kenang lebih baik disimpan di dalam lemari baja plus berkode. Jangan ditaruh didalam lemari baju. Harusnya memang begitu. Kenang harusnya muncul jangan sekarang, 20 tahun lagi lebih baik. Itu akan menjadi sakral. Paling-paling kalau ketemu tak ada kata lain selain mengejek. Pasti itu, Yakin.

bluedogdlmHehehe… kenang adalah sahabat. Mirip – mirip Anjing Kucing gitu. Saling benci tapi rindu, heuheu….

Tiga tahun masihlah sebentar, kangen harus bisa ditahan. Biar kelak meledaknya enak. Apalagi terakhir ketemu dalam keadaan saling benci. Kenang benci gara-gara aku tak bisa datang dihari pentingnya. Bukannya apa,tapi ketidak datangan itu karena adanya alasan. Yg jelas dalam batin kenang, ia akan paham maksud aku apa. Tak usah diumbar juga diranah sosial. Toh sekarang semua sudah baik. Kesalah pahaman haruslah diluruskan. Oleh siapa? , Tentu oleh ruang dan waktu.

Kalau hubungan manusia dijalin atas dasar rasa ikhlas, jalannya pun juga akan baik. Walaupun diluarnya rasanya seperti kucing anjing,tapi didalamnya dipenuhi rasa kasih to. Heuheuheu.

Dan kini kenang sudah muncul didepan saya. Kemudian….. Saya mau ngapain. Ngechat “kangen” seperti yg dulu-dulu. Ya pasti nggak bisa lah. Bisa-bisa saya kena serangan roket dari pesawat tempur diatas sana. Hahahaha….

Kopi Manis

Janganlah kau tinggikan dirimu dengan cara merendahkan yg lain. Biasanya yg demikian ini akan marah jika ada yg lebih tinggi dari dirinya. Namun senang sekali jika ada yg lain susah. Apa kurang percaya diri dengan kesuksesan yg diraih, A_pqKubCEAEj_qESehingga masih membawa – bawa cerita perih orang lain demi pengakuan statusnya sendiri. Janganlah begitu, kalau ingin membagi kebahagiaan,bagilah dengan cara yg baik. Tanpa harus merendahkan, tanpa pula menyakiti. Kalau ingin menasehati, utarakan nasehat itu dengan kebahagiaan pula. Tanpa harus mengundang rasa sakit dalam hati. Toh kopi lebih menyejukan daripada tak ada. Damai bisa dimulai dari situ. Kuncinya niat baik….heuheuheu ….

Dulu dan Kini ….

Dulu kita saling mendorong dan menarik ketika ingin diajak foto bersama, kamu dulu katanya….mendorong yg lain dan cenderung malu. Namun sekarang,? Dulu kita selau tersenyum jika saling berbicara, Namun sekarang?. Dulu orang tak segila ini. Orang yg jauh disana bisa mendekat secepat kilat, namun juga sebaliknya yg dekatpun serasa tak ada dihadapan mata. nobodylikesmeDulu tak seperti ini, kami masih saling sapa dalam kegembiraan, Untuk bersilaturahmi, kopi segelaspun tak kami hargai seperti sekarang ini. Entah kenapa sekarang seperti ini, kata mereka ini adalah kemajuan, ini adalah perkembangan jaman dan lain sebagainya. Namun kenapa saya sendiri agak anu, kurang sepaham dengan mereka. Ini seperti jalan suram, yg menuntun kita kedalam masyarakat yg acuh tak acuh terhadap sesama. Kita lambat laun meninggalkan nilai-nilai yg diajarakan sesepuh. Teknologi yg kita pegang ini serasa memutus generasi dulu sekarang dan masa depan. Ingatan manusia hanya sejengkal tangan. Tak lebih. Dan sampai kapan kita harus berpangku tangan kepada mainan yg konon akan mengantarkan kita kepada kemusnahan ini. Entahlah. …..

Belajar Sosmed Dari Infomalang …

Twitter sudah menjadi media social yang besar di indonesia sekarang, orang indonesia menggunakannya untuk bersapa ria, saling berbagi ide, berbagi status dan tak lupa sharing foto selfie. Iya kan ? . Tapi adanya media social ini cukup membawa pengaruh besar terhadap masyarakat modern setidaknya di kota malang. Kota dimana saya pernah tinggal disitu. Di malang orang pasti banyak yang mengenal @infomalang , sebuah account twitter yang sekarang sudah diikuti kurang lebih 200 ribuan follower. Account tersebut sering berbagi informasi tentang update kota malang, entah kuliner, event yang sedang berlangsung sampai orang nanya jalanan macet. Berbagai kalangan masyarakat malang menilai adanya account tersebut cukup membawa pengaruh setidaknya pengaruh kebutuhan informasi. Tapi tahukah kita siapa dibalik account tersebut?

social-media-youtube-digital-rights-ireland-2-390x285Ini dia orangnya, mas Taufik atau yang akrab dipanggil @topx cpoe, Salah seorang pemuda asal kota Cepu yang belajar di kota malang tepatnya di Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Teknik Industri. Dia lah yang menjadi pendiri account infomalang, berawal dari iseng – iseng di dunia maya malah keterusan dan manfaat keisengan tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat Malang, hebat kan. Sampai saat ini account infomalang masih setia dengan kegiatan sosial dan berbagi, dan nampaknya ini akan terus berlanjut. Taufik sudah tak lagi bertempat di kota malang karena harus melanjutkan pekerjaan nya di luar kota. Ia sekarang bekerja di sebuah perusahaan tambang di kalimantan, tetapi account tersebut masih eksis sampai sekarang, berkat bantuan seorang dosen cantik dari Universitas Muhammadiyah Malang. siapa dia? Inilah orangnya @zput , nama aslinya adalah Miss Dian, lulusan Universitas Diponegoro Semarang dan telah lulus mengambil S2 di Institut Teknologi Bandung. Dosen ini yang menjadi admin infomalang sehari – hari. Jadi jangan malu – malu untuk sapa mereka di linimasa. Keterbukaan informasi yang dialami indonesia sekarang memang membawa dampak bermacam – macam. Oleh sebab itu kita harus cerdas menggunakannya. Gunakan keterbukaan informasi ini sebagai wadah untuk berbagai hal – hal positif, jangan sebaliknya. Dan semoga semua masyarakat indonesia sadar mengenai hal itu.  Kita bisa belajar dari mas taufik dan miss dian, mereka bisa menggunakan media sosial untuk saling berbagi dengan khalayak umum. Jadi kedepan diharapkan masih banyak account – account baru yang bermunculan di social media yang tentunya membawa energi positif, bukan malah semakin banyak account – account anonim dan pseudiom yang tiap harinya menyebar fitnah dan informasi yang tidak benar. Salam Damai Untuk Kita Semua / @candi_olo

Maaf Bu, Mohon Antri Dulu ….

Saya kira kalau perbaikan perkereta apian sudah baik, maka Sumber Daya Manusia penumpangnya juga ikutan membaik. Eh lha dalah masih sama saja ternyata. Ini agak anu, Ketika saya masih melihat orang berjubel berdesak – desakan menaiki sebuah gerbong kereta api, pikiran saya bertanya – tanya “apa iya mereka sebodoh itu?”. Ini masalah berfikir manusia. Kesadaran tentang apa yang dilakukan serta seberapa jauh pemahaman seseorang. Lantas saya bertanya kepada ibu yang tadi ikut berdesak – desakan, ” Maaf bu, kenapa tadi harus berdesak – desakan saat naik kereta api, kenapa tak menunggu orang yg turun selesai”, Jawabnya begini: “Saya takut ketinggalan kereta nak, dan juga takut tidak kebagian tempat duduk”.

keep-calm-and-antri-dongPadahal kita semua tahu, kereta api sekarang tak sama seperti sebelumnya. Dimana seseorang harus membooking minimal sehari sebelumnya, demi mendapatkan tempat duduk. Jadi jangan takut tidak kebagian tempat, dan juga ketika takut ketinggalan kereta maka coba sampean lihat disebelah rel itu pasti ada petugas KA yang mengawasi jalur lalu lintas kereta di stasiun. Petugas tersebut tak akan memberi aba-aba aman, sebelum semua penumpang sudah kelar menaiki gerbong. Jadi SOP perkereta apian itu sudah jelas dan aman. Tinggal kitanya saja berperilaku tertib, membudayakan antri dan hidup bersih.Jadi jangan lagi berdesak – desakan ketika menaiki sebuah gerbong. Itu demi keselamatan semua orang.

Fenomena seperti ini kalau kita mau berfikir, bukanlah fenomena sepele. Ini adalah gambaran pola pikir masyarakt kita. Yang tak mau memahami sebuah hal. Malas berfikir dan Malas untuk tahu. Melakukan tindakan diawal tanpa berfikir terlebih dahulu. Kuncinya disini adalah, masalah manusianya. Masalah pemikiran harus diatasi tak lain dan tak bukan lewat pendidikan. Kalau pendidikannya sudah maju. Maka fenomena ibu berdesak – desakan seperti diatas tadi tak lagi kita lihat di kemudian hari. Yoooopora …..?

Maafkan Kami Turun Ke Jalan …

Mahasiswa ya begitu itu, teriak …. dan teriak. Kalau tidak Nggontok ya bukan mahasiswa. Bicaranya keras, kalau tak keras maka tak dianggap idealis. Maka harap maklum kalau jalan sampean menuju ke kantor merasa terganggu lalinnya, karena adanya teman – teman Mahasiswa turun ke jalanan.

AMenyalurkan aspirasi dengan turun ke jalan sudah ada semenjak negara ini berdiri. Itu kata sejarah loh, bukan kata saya. Dulu kala semenjak negara api belum menyerang, kita mengenal peristiwa malari, kemudian yang masih hangat peristiwa 98 dan masih banyak lagi. Semuanya sama, sama-sama turun ke jalan dan bikin macet orang lewat. Dan sekarang mahasiswa di era serba modern masih menggunakan cara tersebut. Aku kok agak anu ya, soalnya substansi turun kejalan sudah hilang, karena orang umum sudah mengagpnya hal lumrah nan biasa. Adrenalinenya sudah nggak sama seperti era soekarno atauun Mbah Harto.

Nah, kalau orang umum sudah menganggapnya biasa, maka kemudian saya bertanya “terus daya dobraknya dimana?”. Kan niatan turun ke jalan agar aspirasi mereka terkesan mendobrak. Kalau dahulu, turun ke jalan dianggap mendobrak, dan dianggap peristiwa luar biasa. Mengumpulkan orang sebanyak itu dizamannya sangatlah susah, butuh waktu berbulan – bulan emi perencanaan yang matang. Maka peristiwa nya pun juga seheboh yg kita rasakan dalam sejarah. Namun sekarang apa sama seperti itu, TidaBisa mengumpulkan orang sebanyak itu hal gampang dilakukan sekarang ini. Cukup dengan hastag di twitter, besoknya orang sudah berjubel di bundaran HI. Dan dampaknya, banyak diantara mereka tak tahu substansi demo yang dilakukan. Itulah yang terjadi sekarang.

Maka dari itu, saya yang pernah menjadi mahasiswa mau sedikit nimbrung, gimana kalau metode turun ke jalan sekarang ini dirubah. Misalnya dengan cara – cara yang sedikit elegant. menulis pendapat di media massa, bagi yang suka stand up comedy bisa membawakan materi kritik mereka diatas panggung, yang suka musik bisa lewat karya musiknya dan juga bagi yang suka menggambar bisa lewat meme ataupun lukisan. Saya kira kalau orang mau untuk melakukan ini, pemerintah selaku pembuat kebijakan akan berfikir dua kali. karena dampak seperti meme dll bisa sangat masif di era yang serba social media sekarang ini. Ini cuma usul saya pribadi, kalaupun tidak dianggap ya nggak apa – apa. Karena tak ada hukum fardhu disitu. Sekian dan terima kasih.